Agus berharap penetapan gelar Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional dapat terlaksana tahun ini. Namun, jika belum ditetapkan, peluang tersebut tetap terbuka pada tahun-tahun berikutnya karena tidak ada batas waktu bagi usulan yang telah memenuhi syarat.
“Harapannya tahun ini ya, karena proses yang kita lakukan sudah cukup lama,” tambah dia.
Mahaguru Para Ulama dan Tokoh Nasional
Lebih jauh, salah satu pertimbangan utama dalam pengusulan Sholeh Darat ialah bentuk perjuangannya melalui ilmu pengetahuan, bukan dengan mengangkat senjata.
Sholeh Darat sangat berperan dalam mengentaskan kebodohan sekaligus menyatukan berbagai elemen masyarakat melalui keilmuan agama.
“Rata-rata Pahlawan Nasional itu kan berjuang mengangkat senjata melawan penjajah. Tapi Sholeh Darat berjuang mengenteskan kebodohan, beliau menjadi suri tauladan dari sisi keilmuannya,” jelasnya.
Dari sejarah yang ada, sosok Sholeh Darat disebut memiliki pengaruh yang cukup kuat saat masa Kolonial Belanda.
Bahkan, pemikiran dan pendapatnya pernah menjadi rujukan dalam menyelesaikan sejumlah persoalan di lingkungan Kerajaan Belanda.
“Murid beliau, seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, serta R.A. Kartini. Kiprah tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat,” pungkasnya. (*)





