“Ada yang melihat ini sebagai upaya untuk mengurangi, untuk menghilangkan pengaruh Jokowi dalam kabinet, saya ngelihatnya itu fifty-fifty,” katanya.
Ia menilai, penempatan Listyo di KSP menjadi salah satu pertimbangan bahwa perubahan tersebut tidak serta-merta berarti pengaruh Jokowi sepenuhnya ԁisingkirkan.
“Ada elemen seperti itu, tapi juga misalnya posisi Pak Kapolri ԁigeser ke Kantor Staf Presiden. Tetap posisi yang dekat di lingkar satu Presiden. Jadi, ya kalau ԁibersihkan itu mungkin enggak terlalu segitunya,” tandas Bangkit. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





