Jateng

Penggerebekan Kos Bongkar Modus Prostitusi Anak di Boyolali

×

Penggerebekan Kos Bongkar Modus Prostitusi Anak di Boyolali

Sebarkan artikel ini
Video AI | Ilustrasi prostitusi anak. (um-surabaya.ac.id)
Ilustrasi siluet perempuan. (Foto: um-surabaya.ac.id)

BOYOLALI, beritajateng.tv – Prostitusi anak terbongkar setelah warga Bendan memantau aktivitas janggal dalam sebuah tempat kos. Warga kemudian menghubungi aparat agar pemeriksaan berlangsung cepat.

Kecurigaan muncul saat banyak orang keluar masuk kos pada waktu tidak wajar. Warga menilai pola itu aneh sehingga mereka memilih melakukan pemantauan.

Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan perkembangan kasus dengan tegas. “Kami menangani perkara eksploitasi ekonomi serta seksual terhadap anak,” ujar Rosyid.

Rosyid menegaskan bahwa penyidik mengamankan banyak barang bukti penting. “Semua temuan ini memperkuat rangkaian pemeriksaan terhadap para pelaku,” tambahnya.

Penyidik menangkap dua tersangka bernama DWC serta K setelah penggerebekan berlangsung. “Keduanya menjebak korban dengan janji kerja rumah makan,” kata Rosyid.

BACA JUGA: Sindikat Kasus Prostitusi Online Anak via Michat di Pati, Polisi Tetapkan 2 Tersangka 

Ia menyebut bahwa para korban menerima tawaran tanpa mengetahui risiko besar. “Mereka lalu terseret dalam kegiatan prostitusi anak melalui aplikasi kencan,” jelasnya.

Korban berinisial J berasal dari Sukabumi dan korban lain berinisial R menetap pada wilayah yang sama. Keduanya berusia 15 tahun saat jaringan itu menjalankan aksinya.

Modus Prostitusi Anak Terungkap

Pengungkapan prostitusi anak berlangsung cepat setelah warga memberikan laporan lengkap. Penyidik kemudian menindaklanjuti informasi itu dengan pemeriksaan lokasi.

DWC mengatur operasi selama sekitar enam bulan dengan sistem terstruktur. Ia mempekerjakan empat remaja berusia 17 tahun sebagai admin aplikasi.

Kapolres memaparkan peran K sebagai koordinator lapangan dalam jaringan tersebut. “Saudara K mengatur pertemuan dan mencatat seluruh pembayaran,” ucap Rosyid.

Ia menyebut bahwa semua pendapatan akhirnya masuk pada pembukuan DWC. Skema itu berjalan teratur sehingga korban sulit lepas.

Laporan warga membuka jalan terungkapnya kasus ini pada Sabtu malam. Warga mendatangi kos sekitar pukul 23.30 bersama aparat untuk memastikan kondisi.

Petugas menemukan dua korban perempuan, satu perempuan dewasa, serta empat remaja admin aplikasi. Aparat juga menangkap K sebagai tangan kanan DWC.