SEMARANG, beritajateng.tv – Maraknya pengobatan alternatif untuk mengatasi patah tulang semakin menjadi perhatian publik. Terkini, viral seorang perempuan bernama Ida Dayak yang menawarkan pengobatan alternatif. Banyak yang percaya Ida Dayak mampu menyembuhkan berbagai patah tulang atau salah urat.
Menanggapi fenomena tersebut, Prof. Dr. dr. Ferdiansyah, Sp.OT(K), Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) tidak menyarankan masyarakat untuk berobat alternatif ke tukang pijat ketika mengalami patah tulang.
Dalam media briefing Rabu, 5 Maret 2023, dr. Ferdiansyah menjelaskan bahwa kondisi patah tulang ringan sebenarnya relatif cepat pulih. Patah tulang pada anak-anak sembuh hanya dalam waktu satu sampai dua bulan saja. Sedangkan pada orang dewasa, patah tulang memakan waktu kurang lebih tiga bulan.
BACA JUGA: Viral Ida Dayak Pengobatan Alternatif Patah Tulang, Ini Kata Dokter Ortopedi
Namun, kata dr. Ferdiansyah, dalam menentukan diagnosis patah tulang tentu perlu ditinjau kembali separah apa patah tulang yang dialami oleh pasien. dr. Ferdiansyah menjabarkan bahwa kondisi patah tulang sendiri terdiri dari dua kelompok, yaitu patah tulang tertutup dan patah tulang terbuka.
Kondisi patah tulang tertutup adalah patah tulang di mana tulang yang patah tidak sampai merobek kulit. Dalam kondisi normal, itulah tugas para dokter untuk memposisikan tulang kembali pada posisi yang benar dan sesuai pada fungsinya. Yang kedua, patah tulang terbuka, kondisi ini lebih berpotensi menyebabkan infeksi.
BACA JUGA: Ida Dayak, Perempuan Sakti Penyembuh Umat
“Patah tulang terbuka artinya ada luka, itu resiko infeksi besar sekali. Kalau sudah infeksi patah tulang itu sembuhnya sulit, seyogyanya yang seperti ini jangan ke pengobatan non medis atau alternatif, harus ke medis,” jelas dr. Ferdiansyah.
Lebih lanjut, dr. Ferdiansyah juga menjelaskan bahwa tulang tidak berdiri sendiri, melainkan terdapat pula saraf, otot, dan pembuluh darah. Ketika patah tulang terjadi, saraf, otot dan pembuluh darah juga dapat mengalami cidera. Namun ia khawatir, ketika patah tulang tak tertangani dengan benar justru dapat melukai saraf dan pembuluh darah.
“Kalau pembuluh darah misalnya, bisa nanti akhrinya terjadi amputansi pada pasien. Kalau saraf bisa timbul kelumpuhan karena sarafnya tertekan, rusak, atau putus, itu yang harus kita waspada,” ungkapnya.
Pengobatan Alternatif Bisa Jadi Ilmu Baru
Dr. Ferdiansyah kembali menekankan bahwa dalam kondisi normal, tulang akan sembuh dengan sendirinya. Dokter hanya memfasilitasi agar posisinya kembali seperti awal dan sesuai fungsinya. Setiap pasien yang mengalami cidera, pertama kali harus mendapatkan diagnosa dengan baik. Menurutnya, masing-masing cidera akan memiliki tindakan yang berbeda-beda.
Terkait pengobatan alternatif patah tulang, dr. Ferdiansyah menyatakan tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena tidak ada monitoring dan evaluasi yang jelas terkait metode pengobatan alternatif tersebut. Akan tetapi, ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa pengobatan alternatif dapat menjadi ilmu baru di masa depan.
BACA JUGA: Viral Pengobatan Alternatif Berbagai Penyakit, Ida Dayak: Jangan Berharap Kesembuhan dari Saya
“Terapi alternatif itu kita tidak menutup mata mungkin ada yang bagus, saya ngomong mungkin jadinya, karena nggak ada bukti. Kalau bisa dibuktikan, contohnya yang sekarang sudah masuk ke dalam ranah yang berstandar ada akuntupuntur,” jelasnya.
Ia menjelaskan, awalnya pengobatan akupuntur merupakan salah satu pengobatan alternatif. Sekarang, akupuntur sudah masuk ke dalam ranah ilmu kedokteran karena dapat terbukti secara ilmiah. Bahkan, beberapa dokter sudah mengambil spesialis akupuntur.
“Ilmu terus berkembang, penyakit juga selalu ada penyakit yang baru. Yang paling penting adalah kita memberikan penjelasan yang benar kepada pasien. Jangan sampai pasien tersesat karena banyak pasien yang rentan, artinya orang putus asa penyakitnya tidak bisa sembuh dengan cara yang sekarang ada,” pesan dr. Ferdiansyah. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





