“Kalau penutupan sampai 7 bulan ini, yang warga yang jualan gimana? Ya pada bingung, soalnya jualannya kan terus mati,” keluhnya saat beritajateng.tv temui di lapaknya yang terletak di pinggir Jalan Gombel Lama.
Menurut Sulis, sosialisasi memang sempat terlaksana, namun tidak semua warga memahami detail kebijakan tersebut. Ia juga menyebut belum ada kejelasan terkait kompensasi bagi warga terdampak.
“Kemarin ada sosialisasi, tapi kita kurang paham. Katanya enggak ada kompensasi, tapi ke depannya belum tahu,” katanya.
Hal serupa juga Shifa sampaikan, ia merupakan warga yang juga berjualan makanan di sekitar Jalan Gombel Lama. Ia menyebut penutupan jalan perkiraannya berlangsung selama tujuh bulan, bahkan bisa lebih lama jika terkendala cuaca.
“Perkiraan mulai 20 April, penyelesaian sekitar 7 bulan, kalau tidak ada musim hujan. Kalau ada hujan, bisa tambah lagi,” jelas Shifa.
Ia mengungkapkan, hingga kini belum ada kompensasi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi proyek. Padahal, penutupan jalan berpotensi menghilangkan pelanggan, terutama dari kalangan pengemudi truk yang biasa singgah.
“Belum ada kompensasi dari pihak terkait. Katanya nanti ada pendataan untuk yang punya usaha, tapi belum masuk,” ujarnya.
Shifa mengungkapkan, pendapatan dari warungnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per hari, dengan sebagian besar berasal dari penjualan rokok dan makanan kepada sopir dan pekerja yang melintas.
“Paling banyak dari rokok, dari sopir truk atau ojek,” katanya.
Meski akses bagi warga lokal disebut masih tersedia, penutupan total untuk kendaraan besar dipastikan akan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Warga berharap ada solusi dari pemerintah maupun pihak proyek, baik berupa kejelasan akses maupun kompensasi, agar mereka tetap bisa bertahan selama masa pengerjaan berlangsung.
BACA JUGA: Trans Semarang Mogok Keluarkan Asap Putih di Tanjakan Gombel, Begini Penjelasan dan Kronologinya
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BBPJN Jawa Tengah-DIY, Alfan Noor Rizal, mengatakan percepatan tersebut terlaksana seiring penutupan total akses jalan selama pekerjaan berlangsung.





