Jateng

Layanan Darurat Disalahgunakan, 7 Ambulans Jadi Sasaran Order Fiktif DC Pinjol di Semarang

×

Layanan Darurat Disalahgunakan, 7 Ambulans Jadi Sasaran Order Fiktif DC Pinjol di Semarang

Sebarkan artikel ini
Sopir Ambulance Medical Service, Muchammad Farraz Arsya Perdana, saat membuka pintu mobil ambulans. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Pihak ambulans menilai tindakan tersebut sangat berbahaya karena berpotensi menghambat penanganan kondisi darurat yang sesungguhnya. Saat unit ambulans dialihkan ke lokasi palsu, nyawa pasien lain bisa terancam akibat keterlambatan layanan medis.

Penyedia Ambulans Hendak Ungkap Pelaku Penyalahgunaan

Atas kejadian ini, penyedia ambulans memastikan akan menempuh langkah lanjutan untuk mengungkap pelaku. Mereka berencana berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pihak aplikasi terkait guna mencegah penyalahgunaan layanan darurat oleh DC pinjol.

“Kasus ini pasti kami usut. Kami juga akan berdiskusi dengan OJK dan pihak aplikasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Farraz.

Sebelumnya, viral video yang diunggah oleh akun Instagram @informasi.semarang dan telah menarik perhatian warganet.

Dalam narasinya, akun tersebut menyebutkan bahwa tiga ambulans dan satu mobil pikap layanan pengiriman online menjadi sasaran orderan fiktif oleh oknum kolektor pinjaman online.

BACA JUGA: Tiga Ambulans di Semarang Jadi Korban Order Fiktif Debt Collector Pinjol untuk Tagih Utang

Salah satu ambulans yang terdampak adalah ambulans swasta Antasena. Admin ambulans Antasena, Aldy, menjelaskan kejadian tersebut bermula pada Selasa, 3 Fabruari 2026 siang saat pihaknya menerima pesanan pengantaran pasien kontrol.

“Awalnya kami dapat order atas nama Adi Prasetya. Dia meminta ambulans untuk mengantar pasien kontrol dari wilayah Puspowarno, Semarang Barat, ke Rumah Sakit Columbia Asia. Alamat lengkap, identitas pasien, dan share location juga dia kirim,” ujar Aldy saat beritajateng.tv hubungi pada Rabu, 4 Februari 2026.

Akibat kejadian tersebut, Aldy mengaku mengalami kerugian karena waktu, tenaga, dan biaya operasional ambulans terbuang sia-sia tanpa ada pihak yang bertanggung jawab.

Ia pun menyayangkan tindakan oknum debt collector yang memanfaatkan layanan ambulans untuk menagih utang. Menurutnya, hal tersebut sangat mengganggu pelayanan kemanusiaan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp