SEMARANG, beritajateng.tv – Praktik teror pinjaman online (pinjol) kembali memakan korban. Kali ini, layanan ambulans swasta di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi sasaran penyalahgunaan. Sebanyak tujuh unit ambulans terlapor menerima pesanan fiktif untuk menjemput pasien di Jalan Puspowarno 12, Kecamatan Semarang Barat.
Setibanya di lokasi, para sopir ambulans mendapati fakta mencurigakan. Warga sekitar menyebut nama yang tercantum dalam pemesanan tidak sedang sakit dan berada dalam kondisi sehat. Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya aksi teror dari debt collector (DC) pinjol.
Kecurigaan semakin menguat ketika kru ambulans mencoba menghubungi pemesan untuk mengonfirmasi identitas pasien dan alamat rumah. Alih-alih memberikan penjelasan medis, pemesan justru meminta agar tim ambulans menagih utang senilai Rp14 juta melalui aplikasi tertentu.
Permintaan tersebut sontak mengejutkan para sopir, mengingat ambulans merupakan layanan kesehatan darurat, bukan alat penagihan utang. Setelah penjelasan bahwa ambulans hanya melayani kebutuhan medis, sambungan telepon mendadak terputus dan nomor pemesan langsung memblokir kontak kru.
“Aslinya ada tujuh ambulans yang dipesan, tetapi yang datang ke lokasi hanya tiga,” kata Sopir Ambulance Medical Service, Muchammad Farraz Arsya Perdana, pada Kamis, 5 Februari 2026.
BACA JUGA: Ahli Hukum Unnes: Kirim Ambulans untuk Tagih Pinjol Bisa Masuk Ranah Pidana
Farraz mengungkapkan, ambulans bukan satu-satunya layanan yang menjadi korban order fiktif dalam kasus ini. Sejumlah jasa pengiriman dan transportasi online juga diduga menerima pesanan palsu dari pelaku yang sama.
“Selain ambulans, ada juga Lalamove, Grab, Shopee, Maxim, dan layanan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, ini bukan pengalaman pertama dirinya menghadapi order fiktif. Sebelumnya, Farraz juga pernah terlibat dalam penanganan kasus serupa yang menyasar layanan pemadam kebakaran (Damkar).
“Yang pertama dulu melibatkan Damkar. Saya kebetulan juga anggota Damkar Semarang. Sekarang terulang lagi, tapi menyasar ambulans,” jelasnya.





