BLORA, beritajateng.tv – Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi sejumlah penyandang disabilitas di Blora, Jawa Tengah, untuk berkarya. Mereka terus berjuang untuk hidup mandiri dengan memproduksi batik yang diberi nama “Batik Difabel Blora Mustika.”
Siapa bilang disabilitas tidak bisa berkarya? Di Blora, penyandang disabilitas mampu memproduksi batik dengan berbagai motif yang menarik. Penjualan Batik Difabel Blora Mustika bahkan telah merambah hingga ke luar kota, termasuk Jakarta, Semarang, dan Solo.
Muntarin, salah satu pengelola Batik Difabel Blora Mustika, mengungkapkan bahwa usaha ini telah berdiri sejak tahun 2017.
BACA JUGA: Oro Oro Kesongo di Blora Erupsi Hingga Sembilan Kali, Warga Sampai Alami Sesak Napas
“Seluruh pembatik merupakan para penyandang disabilitas dari beragam kelompok. Awalnya, kami membuat batik ini untuk memberikan pendapatan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan,” jelas Muntarin, Selasa, 3 Desember 2024.
Batik Difabel memiliki ciri khas dengan kombinasi teknik ciprat dan cap. Harga batik ini terjual antara 150 ribu hingga 200 ribu rupiah. Harga ini menjadikannya produk yang terjangkau dan berkualitas.
Pada peringatan Hari Disabilitas tahun ini, para penyandang disabilitas berharap adanya kepedulian dan kebijakan yang mendukung mereka. Harapannya, adanya upaya mereka untuk mandiri dan berkarya bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat.
Batik Difabel Blora Mustika tidak hanya menjadi produk, tetapi juga simbol perjuangan dan kemandirian bagi penyandang disabilitas di Blora. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





