SEMARANG, beritajateng.tv – LPK Quantum Telecommunication Semarang kembali membuka akses pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas melalui program Pelatihan Teknisi Handphone Gratis Batch 2.
Program yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 22 hingga 28 Juni 2026, melibatkan 10 peserta penyandang disabilitas tuna daksa dari berbagai wilayah.
Pelatihan berlangsung di LPK Quantum Telecommunication, Jalan Bina Remaja Nomor 4, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pendidikan vokasi dan kewirausahaan.
Kepala LPK Quantum Telecommunication Semarang, Tomi Sudiarno, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari angkatan pertama yang berhasil mencetak teknisi handphone mandiri.
“Batch pertama berjalan dengan baik. Setelah menyelesaikan pelatihan dan magang, sebagian peserta sudah membuka usaha servis handphone di rumah masing-masing. Kami juga membantu menyediakan peralatan agar mereka bisa langsung memulai usaha,” kata Tomi.
Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis memperbaiki handphone. Tetapi juga memberikan pendampingan usaha agar peserta memiliki peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.
“Harapan kami sederhana, teman-teman penyandang disabilitas bisa bekerja, memiliki penghasilan sendiri, dan lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi dalam dua tingkatan. Pada tahap awal mereka mempelajari perbaikan dasar, seperti penggantian layar, baterai, casing, hingga komponen sederhana lainnya.
Selanjutnya, peserta di kenalkan dengan teknik diagnosis kerusakan perangkat, termasuk pemeriksaan konektor pengisian daya dan berbagai komponen elektronik yang lebih kompleks.
Bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan, LPK Quantum juga membuka kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan secara gratis. Materi lanjutan meliputi pembacaan skema rangkaian, software flashing, hingga penanganan kerusakan tingkat lanjut.
“Yang penting mereka memiliki kemauan belajar. Kalau ingin naik ke level berikutnya, kami tetap fasilitasi tanpa dipungut biaya,” ujar Tomi.
BACA JUGA: LPK Quantum Telecommunication Buka Pelatihan Gratis Teknisi HP untuk Disabilitas
Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti program magang selama satu bulan di konter servis handphone milik Quantum maupun mitra usaha yang bekerja sama.
Seusai magang, peserta juga akan menerima satu set peralatan servis sebagai modal awal membuka usaha.
Program tersebut mendapat dukungan dari berbagai sponsor. Di antaranya BT-ACC sebagai sponsor utama, Braderparts, OG Supershinestar, Meetoo Sunshine, SPH, Onglai, Future Store, Libre Style, Life Future, D3 Cakep, PPDI, HIMIKS, serta sejumlah mitra lainnya.
Tomi mengungkapkan, kebutuhan anggaran program mencapai sekitar Rp120 juta setiap angkatan. Dana tersebut untuk pelatihan, pendampingan, transportasi peserta, hingga penyediaan peralatan usaha.
“Pada batch pertama sekitar 70 persen kebutuhan anggaran di topang sponsor. Tahun ini dukungan meningkat hingga sekitar 95 persen sehingga program bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Program pemberdayaan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang. Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh Agus Junaidi, hadir dalam pembukaan kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi penyandang disabilitas.
Salah seorang peserta, Abdul Wahid (45), penyandang disabilitas asal Pedurungan, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap keterampilan baru yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri.
“Saya ingin menjadi wirausaha di bidang servis handphone. Selama ini saya bekerja mengedit skripsi, tetapi saya ingin memiliki kemampuan baru yang peluang usahanya cukup menjanjikan,” katanya.
Selain program khusus bagi penyandang disabilitas, LPK Quantum Telecommunication juga rutin membuka pelatihan teknisi handphone setiap bulan dengan kuota 20 peserta. Dari jumlah tersebut, tiga kursi tersedia sebagai beasiswa gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program ini, LPK Quantum berharap semakin banyak penyandang disabilitas memiliki keterampilan profesional, mampu membuka usaha secara mandiri. Sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)





