Di sisi lain, Ketua LP2K Jateng, Abdun Mufid, menilai pengawasan terhadap praktik spekulan maupun potensi penimbunan belum berjalan secara preventif. Ia menyebut peran Satuan Tugas (Satgas) Pangan saat ini masih dominan pada tahap reaktif, bukan pencegahan sejak dini.
“Stok aman, kalau adanya di gudang-gudang pengusaha, lalu terdistribusi enggak merata di level retail yang langsung berhadapan dengan konsumen, ya percuma. Terlebih, pedagang pasti menaikkan harga dalam skala tertentu untuk menambah keuntungan di momen-momen tertentu, seperti Ramadan,” katanya saat beritajateng.tv hubungi pada Rabu, 25 Februari 2026.
Menurutnya, ketika berbagai faktor tersebut terjadi bersamaan, dampaknya langsung dirasakan konsumen dalam bentuk lonjakan harga. Karena itu, Satgas Pangan terminta lebih proaktif memastikan rantai penyaluran berjalan lancar hingga ke tingkat ritel dan minimarket. (*)
Editor: Farah Nazila





