SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah eskalasi perang AS-Israel melawan Iran, kekhawatiran terhadap kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 ikut mencuat.
Pengamat ekonomi Undip, Esther Sri Astuti, mengingatkan bahwa lonjakan harga bahan pangan hampir selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan, dan situasi global yang tidak stabil bisa memperparah tekanan tersebut.
Menurut Esther, kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran pada dasarnya terpicu oleh hukum permintaan dan penawaran.
“Harga bahan pangan biasanya naik menjelang Ramadhan dan Lebaran karena kenaikan permintaan barang menjelang puasa dan hari raya. Konsumsi masyarakat meningkat,” ujarnya kepada beritajateng.tv melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 3 Maret 2026.
BACA JUGA: Khawatir Perang Iran vs Israel Pengaruhi Industri Jateng, Apindo Ungkap 2 Sektor Ini Tak Terdampak
Di sisi lain, pasokan atau supply bahan pangan domestik umumnya tidak mengalami peningkatan signifikan dalam jangka pendek.
“Supply bahan pangan biasanya jumlahnya tetap karena produksi bahan pangan domestik biasanya sama volumenya,” jelas dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip tersebut.
Esther memaparkan, gejolak harga pangan biasanya disebabkan oleh tiga faktor utama.
“Kurangnya supply bahan pangan di pasar. Adanya kenaikan permintaan bahan pangan oleh masyarakat, dan faktor musiman,” katanya.
Jika pada saat yang sama, Ramadan dan Lebaran, distribusi terganggu atau terjadi tekanan global akibat konflik geopolitik, maka risiko kenaikan harga semakin besar. Hal tersebut akan berdampak langsung pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
“Kenaikan harga bahan pangan akan menurunkan daya beli masyarakat berpendapatan rendah. Apalagi sekitar 40-50 persen pendapatan mereka dialokasikan untuk membeli bahan pangan,” tegasnya.
Evaluasi Kebijakan HET dan Perbaiki Distribusi
Untuk meredam kenaikan harga pangan menjelang Lebaran, Esther memberikan sejumlah masukan kepada pemerintah.
“Oleh karenanya jika ingin meredam kenaikan harga bahan pangan maka harus melakukan upaya memperlancar distribusi bahan pangan dari hulu sampai konsumen,” katanya.
Selain distribusi, peningkatan pasokan juga menjadi kunci.
“Meningkatkan supply bahan pangan melalui peningkatan produksi dan operasi pasar,” tambahnya.





