Ibu korban segera meminta pertolongan medis begitu melihat kondisi anaknya. Tenaga kesehatan puskesmas mencoba memberikan tindakan darurat. Setelah beberapa jam observasi, keluarga membawa korban ke rumah sakit daerah.
Keesokan harinya, pihak keluarga menyatakan penolakan terhadap rencana autopsi. Muh menegaskan keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban.
Keluarga ingin proses pemakaman segera terlaksana tanpa prosedur autopsi.
Selain itu, Muh menjelaskan bahwa tujuh remaja yang terlibat merupakan tetangga dekat.
Orang tua mereka juga memiliki hubungan pertemanan dengan keluarga korban. Situasi tersebut membuat suasana lingkungan semakin haru.
BACA JUGA: Hendak Selip, Pengendara Motor di Salatiga Tertabrak Truk Hingga Meninggal Dunia
Sementara itu, jajaran Polres Grobogan menyatakan akan menyampaikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Aparat masih mengumpulkan informasi guna memastikan penyebab pasti kematian. Publik pun menanti penjelasan lengkap dari kepolisian. (*)




