Ahsan mengatakan keputusan menunda proyek bukan berarti pemerintah mengabaikan kondisi tiga sekolah tersebut.
Justru, Dinas Pendidikan ingin menghindari persoalan baru apabila pekerjaan dipaksakan masuk kontrak ketika waktu pengerjaan sudah terlalu mepet.
“Untuk antisipasi ini dua pekerjaan lelang ini terpaksa ini kami tangguhkan terlebih dahulu. Karena kita antisipasi kalau nanti itu harus putus kontrak di tengah jalan kan malah risiko,” tuturnya.
Pilihan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan utama bukan lagi soal ada atau tidaknya anggaran perbaikan. Tantangannya adalah memastikan pekerjaan bisa dilaksanakan secara penuh dan di pertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Namun, penundaan juga berarti sekolah yang membutuhkan perbaikan harus menunggu lebih lama.
Ahsan memastikan kondisi bangunan tetap menjadi dasar penentuan prioritas. Sekolah dengan kerusakan sedang hingga berat tetap akan masuk daftar perbaikan.
“Semua yang mengalami rusak sedang, rusak berat menjadi prioritas kami. Untuk sekolah-sekolah yang gedungnya rusak nanti kami bisa anggarkan untuk anggaran perubahan 2026 atau di anggaran murni 2027,” ujarnya.
Tunggu Anggaran Perubahan atau 2027
Dinas Pendidikan kini menyiapkan alternatif agar kebutuhan perbaikan tidak hilang dari perencanaan. Dua opsi yang Dinas siapkan adalah memasukkannya dalam APBD Perubahan 2026 atau menganggarkannya kembali pada APBD murni 2027.
Di saat yang sama, Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait program revitalisasi sekolah.
Skema pembiayaan nantinya dapat melalui kombinasi anggaran pemerintah pusat dan APBD Kota Semarang.
Langkah ini menjadi penting karena kerusakan bangunan sekolah tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Apalagi kerusakan berat dapat berpengaruh langsung terhadap keamanan siswa dan guru.
Mayoritas Perbaikan Atap hingga Plafon
Ahsan menjelaskan kerusakan berat pada bangunan sekolah antara lain terlihat dari kondisi atap yang rapuh, plafon yang ambrol, hingga pintu dan kusen yang sudah tidak layak.
Sementara kerusakan sedang dapat berupa kondisi plafon yang tidak baik serta sebagian pintu dan jendela yang mulai rapuh.





