HeadlineHukum & KriminalNews Update

Perempuan di Semarang Ini Dianiaya dan Dicekik Bahkan Nyaris Diperkosa Mantan Kekasih

×

Perempuan di Semarang Ini Dianiaya dan Dicekik Bahkan Nyaris Diperkosa Mantan Kekasih

Sebarkan artikel ini
Perempuan di Semarang Ini Dianiaya dan Dicekik Bahkan Nyaris Diperkosa Mantan Kekasih

Saied Nur dan Nor Rochman menjelaskan sebenarnya mereka ingin menghajar sendiri pelaku yang telah membikin onar rumah korban. Namun, niat untuk memberi ‘bogem mentah’ itu diurungkan, lantaran mereka mengetahui pelaku sangat licik, sehingga dikhawatirkan bisa memutarkan balikkan fakta, dengan alasan dikeroyok warga.

“Saya mau nolong, warga, dan penghuni kos lain juga mau nolong, tapi mereka takut kalau malah nanti kasusnya berbalik, karena saya tau, negara ini negara hukum, makanya saya suruh temen saya lapor polisi. Kalau tidak segera ditolong, saya khawatir korban bisa mati dicekik pelaku,” kata Saied Nur.

Tim Elang Polrestabes

Beruntung tak lama berselang Tim Elang Polrestabes Semarang segera datang dan langsung menyelamatkan korban serta membekuk pelaku. Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, polisi langsung membawa pelaku ke Polsek Semarang Barat untuk diproses kasusnya sesuai ketentuan hukum.

Atas tindakan pelaku, korban SK tidak kuasa untuk menahan tangis. Korban terlihat masih syok dan trauma atas insiden pencekikan dan upaya pemerkosaan dari pelaku.

Dari informasi diperoleh, diketahui pelaku Eko Wahyudi merupakan mantan pacar korban. Hubungan keduanya saat ini sudah putus. Diduga pelaku tidak menerima keputusan sepihak dari korban, pelaku menyimpan dendam, sehingga tindakan ini merupakan upaya balas dendam terhadap korban.

“Dia selalu datang ke kos dengan kondisi mabuk berat, masuk tanpa ijin dan langsung masuk kamar dengan cara menbuka pintu kamar dengan secara paksa, lalu dia marah-marah, trus memukul dan menampar saya. Yang paling keji adalah, dia selalu minta saya, untuk melayani nafsu bejatnya. Saya berkali kali menolak, tapi dia tetap nekat untuk melampiaskan hasratnya,” paparnya.

Setiap pelaku melakukan aksi bejatnya, korban sendiri sudah berulang kali berteriak untuk memanggil bantuan. Namun, teriakan keras korban dari kamar lantai dua dan terkunci pintunya tidak terdengar oleh para penghuni kos maupun warga sekitar.