“Saya tidak berdaya untuk membela diri. Dia lebih kuat, dan terus memeluk dan menindih saya. Apa daya, saya hanya wanita lemah, saya teriak tidak ada yang dengar, karena kejadian di kamar dan di lantai dua dalam keadaan kamar ditutup,” kata SK, korban penganiayaan dan percobaan pemerkosaan, Kamis (16/12).
SK, mengaku dirinya mendapatkan perlakuan tersebut bukan sekali dua kali, melainkan sudah puluhan kali dalam setahun ini. Pihaknya juga diancam kalau sampai korban melaporkan kepada pihak kepolisian.
”Kejadian yang saya alami bukan hanya sekali atau dua kali ini saja.. tapi sudah berkali kali, kejadian ini sudah saya alami. Dia selalu mengancam saya kalau lapor polisi. Saya akan disiksa lebih parah lagi, tapi untungnya pas kejadian malam itu yang menimpa saya, pihak kepolisian segera datang, kalau tidak saya ngak tau, mungkin saya akan mati,” paparnya.
Menurut SK, usai kejadian tersebut, dirinya diteman saudaranya melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Semarang Barat, Rabu (15/12). Untuk mengungatkan Tindakan kejahatan pelaku, korban juga sudah melakukan visum di RS Bhayangkara, Semarang.
“Saya sudah visum dan lapor ke kantor Polsek Semarang Barat. Saya minta keadilan, saya disiksa dan disuruh melayani nafsu bejat pria brengsek itu. Saya diancam, anak saya selalu melihat siksaan itu. Saya minta bapak polisi yang menangani kasus ini, mohon untuk ditindak tegas pelakunya dengan hukuman seberat-beratnya. Saya hidupnya terancam,” tegasnya. (Ak/El)




