“Ke sini karena ngefans sama Niken Salindri. Kalau kembang api sih enggak terlalu, soalnya itu sudah biasa. Yang penting bisa nonton konser,” kata Rova.
Rova menyebut ini menjadi pengalaman pertama merayakan tahun baru di Semarang. Ia berangkat dari Banyumanik sekitar pukul 19.00 WIB dan mengaku perjalanan relatif lancar.
“Ini tahun baru pertama di Semarang. Tahun kemarin di Jepara, biasanya di hotel. Kalau di sini nonton konser outdoor kayak gini asyik. Mudah-mudahan tahun depan bisa tambah lagi, misalnya Niken sama NDX AKA,” harapnya.
BACA JUGA: Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Semarang Perkiraan Hujan, BMKG Imbau Warga Waspada
Absennya pesta kembang api tahun ini sebelumnya telah Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng sampaikan. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
Sebagai gantinya, Pemkot Semarang mengarahkan perayaan akhir tahun dengan kegiatan doa lintas agama serta penggalangan donasi untuk korban bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatra.
“Untuk kembang api dari pemerintah kota, saya kira tidak. Biasanya memang ada di Simpang Lima, tetapi kemarin saya menyarankan kepada panitia agar tidak perlu kembang api,” ujar Agustina. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi













