SEMARANG, beritajateng.tv – Taman Makam Ratu Damai, kompleks spiritual Katolik Girisonta, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menjadi tempat peristirahatan terakhir Romo Mudji Sutrisno.
Rangkaian prosesi pemakaman jenazah Budayawan Indonesia sekaligus Rohaniwan Katolik ini berlangsung lancar dan dalam suasana khidmat pada Rabu, 31 Desember 2025 siang.
Sebelumnya, jenazah Romo Mudji tiba di kompleks Girisonta pada Rabu dini hari, pukul 04.30 WIB, setelah menempuh perjalanan darat dari Jakarta menuju Bergas, Kabupaten Semarang.
Setibanya di Girisonta, jenazah Romo Mudji disemayamkan di gereja St. Stanislaus di kompleks spiritual Katolik tersebut sebelum rangkaian Misa Requiem (Misa Pemakaman) mulai pukul 10.00 WIB.
BACA JUGA: Berbagi Sejak Dini, Anak-Anak Gereja Katolik Mater Dei Semarang Bawa Kado Natal untuk Panti Asuhan
Romo Benedictus Hari Juliawan SJ memimpin langsung prosesi Misa Requiem tersebut. Ia merupakan Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia. Sebanyak 1.000-an jemaat turut dalam misa itu.
“Misa Requiem berlangusng tiga kali untuk memberi kesempatan kepada relasi dan para peziarah. Dua kali di Jakarta dan sekali di Girisonta,” ungkapnya.
Romo Mudji, lanjut Romo Benedictus, termasuk tokoh, sehingga prosesi Misa Requiem teratur agar tidak berdesakan. Hal itu agar bisa membagi waktu dan juga tidak terlalu ramai.
Prosesi Pemakaman Romo Mudji Sutrisno
Setelah rangkaian Misa Requiem, jenazah Romo Mudji selanjutnya dibawa dengan kereta dorong menuju Taman Makam Ratu Damai kompleks Girisonta.
“Selanjutnya menutup peti jenazah dan seluruh prosesi pemakaman selesai. Peziarah juga beroleh kesempatan untuk bisa melakukan tabur bunga dan doa di makam,” jelasnya.
Romo Benedictus juga mengatakan, selaku tokoh, budayawan, seniman serta rohaniwan, selama hidupnya Romo Mudji memiliki relasi dan jaringan pertemanan yang sangat luas.
BACA JUGA: Dorong Peran Pemuda Katolik Kabupaten Semarang, Bagus Suryokusumo: Mesti Berkontribusi ke Daerah
Hal itu tampak dari beragamnya kalangan masyarakat yang ikut memberikan penghormatan terakhir pada saat prosesi pemakaman di kompleks Girisonta.
Beberapa yang hadir antara lain Oei Hong Djien (OHD), pemilik OHD Museum, Romo Kirjito, bikhu, ulama, dan kalangan pegiat budaya dan seniman. “Mereka semua hadir untuk mengantar Romo Mudji,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





