Peringkat Tiga Klasemen Medali, Semarang Loloskan 20 Pedansa ke Porprov

Pedansa Asal Semarang Unjuk Kebolehan di Pra Porprov 2022. / foto: Doc. KONI Kota Semarang.

SEMARANG, 26/10 (BeritaJateng.tv) – Mental pedansa Kota Semarang menjadi perhatian saat tampil pada babak kualifikasi Porprov Jateng XVI di Ballroom Sahid Mandarin Kota Pekalongan, Jumat-Minggu.

Ibu Kota Jateng meraih dua emas, lima perak, dan sembilan perunggu. Hasil itu menempatkan Semarang pada peringkat ketiga klasemen medali. Perolehan tersebut meleset dari target yakni lima emas. Pengkot Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Semarang akan mengevaluasi total.

Emas diraih oleh pasangan Frans Satya Wijaya/Jean Karen Wijaya pada nomor one dance cha cha dan one dance rumba.

Ketua Umum Pengkot IODI Semarang Sigid Widiyanto mengatakan, cederanya pedansa andalan Nadia Lutvina Wijaya mempengaruhi perolehan emas. Namun, Nadia tetap lolos ke porprov karena masuk pada heat ketiga.

”Kami akan mengevaluasi total pada hasil babak kualifikasi lalu. Terutama sisi mental yang terpengaruh ketika Nadia cedera. Karena itu perlu menambah jam terbang atlet dengan mengikuti kejuaraan dansa. Kami memang menerjunkan pedansa muda yang masih minim pengalaman,” tutur Sigid di Semarang, Senin (24/10).

Meski tak memenuhi harapan jumlah emas, Sigid tetap mengapresiasi perjuangan pedansa muda. Ia menilai, pedansa Kota Semarang hanya kalah pengalaman dengan daerah lain terutama Kota Magelang yang keluar sebagai juara umum dengan lima emas. Sigid tetap optimistis saat Porprov Jateng XVI nanti, pedansa Kota Semarang akan tampil maksimal.

”Kami fokus mempersiapkan pedansa pada 2023 nanti. Melihat babak kualifikasi, persaingan cukup ketat dan merata. Banyak pedansa andal dari daerah-daerah lain. Ini yang harus kami waspadai dan perhatikan. Kami tidak boleh lengah dan menganggap remah. Sudah saatnya regenerasi dipacu untuk melahirkan pedansa muda andal,” tandas pria yang juga Sekretaris Kecamatan Semarang Timur itu.

Total Kota Semarang meloloskan 20 pendansa pada ajang multicabang empat tahunan di Jateng tersebut. Kelolosan porprov berdasarkan by name. Sehingga, nama-nama yang telah lolos tidak bisa diganti kecuali ada hal-hal yang sangat mendesak.

”Kami berharap atlet menjaga kondisi. IODI Kota Semarang tetap berusaha melakukan pemusatan latihan meski telah melalui babak kualifikasi. Bisa juga latihan secara mandiri di klub masing-masing,” tuturnya. (Ak/El)

Leave a Reply