“Ada serondeng, sambal pecel, abon kering tempe, kering teri. Saya bakal bawa dari rumah, jaga-jaga kalau di sana tidak cocok,” imbuhnya.
Semakin dekat hari keberangkatan, rasa haru dan bahagia tak bisa disembunyikan. Impian menunaikan rukun Islam kelima akhirnya segera terwujud setelah penantian panjang.
BACA JUGA: Gelar Seminar Inspirasi Haji, FIF Blora Tak Cuma Biayai Kredit Motor, Kini Merambah Haji-Umroh
Setibanya di Tanah Suci, Supriyatun berharap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta mendoakan keluarga dan orang-orang terdekat.
“Harapannya, saya bisa mendoakan semua, anak-anak, cucu dan tetangga agar diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki, sehingga mereka juga bisa menunaikan ibadah haji,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





