Jateng

Perketat Pengawasan Pondok Pesantren, PKB Jateng: Jangan Ada Lagi Dukun Cabul Ngaku Kiai

×

Perketat Pengawasan Pondok Pesantren, PKB Jateng: Jangan Ada Lagi Dukun Cabul Ngaku Kiai

Sebarkan artikel ini
PKB Pesantren
Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah, Sukirman, usai menghadiri Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) DPW PKB Jawa Tengah bertajuk Masura sebagai Penjaga Ideologi Partai di Hotel Patra Semarang, Minggu, 10 Mei 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Sukirman membenarkan kasus yang menyeret Ashari memang ikut mencoreng citra pesantren dan kalangan ulama. Namun ia memastikan PKB Jawa Tengah akan terus meluruskan bahwa pelaku bukan bagian dari sosok kiai sebagaimana yang masyarakat pahami selama ini.

“Makanya kita pastikan bahwa itu bukan kiai. Kiai tetap ada ukuran-ukuran akhlaknya, lalu kemudian keilmuannya jelas, budi pekertinya jelas, lalu kemudian juga dalam menjaga anak-anak santrinya juga jelas,” ucapnya.

BACA JUGA: Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Pati, Dewan: Pengawasan Tak Hanya di Ponpes

Ia kembali menegaskan bahwa Ashari hanya menggunakan identitas kiai untuk memperoleh legitimasi di masyarakat.

“Sedangkan yang demikian itu tentu saja mengatasnamakan kiai,” sambung Sukirman.

Meski begitu, ia mengaku PKB tidak merasa terganggu secara politik akibat kasus tersebut. Menurutnya, hal yang paling menjadi perhatian justru nasib para santri yang menjadi korban.

“Enggak, enggak ada terganggu sama sekali. Cuma kita terganggunya karena anak-anak kita kasihan, anak-anak kita menjadi korban, santri-santri kita menjadi korban,” kata ԁia.

PKB Jateng Sebut Ada Instruksi DPP untuk Awasi Pondok di Daerah

Lebih lanjut, Sukirman yang juga saat ini menjabat sebagai Plt Bupati Pekalongan itu membenarkan adanya arahan dari DPP PKB kepada struktur partai di daerah agar ikut menjaga lingkungan pondok pesantren dari munculnya oknum yang mengaku sebagai kiai.

Menurutnya, pengawasan tersebut akan berjalan melalui jejaring pondok pesantren serta para kiai di masing-masing wilayah. “Iya, ada instruksi ke pondok-pondok, kita akan terus menjaga pondok-pondok kita,” ujar Sukirman.

Selain menjaga pondok pesantren, PKB juga meminta pengurus daerah ikut memantau kemunculan tokoh-tokoh yang mengklaim ԁiri sebagai kiai tanpa memiliki kapasitas maupun akhlak yang sesuai.

BACA JUGA: Ayah Korban Ponpes Pati Ungkap Doktrin Ashari: Melawan Guru Berarti Perang dengan Allah

“Termasuk tentu saja sekali lagi adalah mengawasi di daerahnya masing-masing agar tidak muncul orang-orang yang mengaku sebagai kiai,” lanjutnya.