SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota DPRD Jawa Tengah dari daerah pemilihan Pati-Rembang, Endro Dwi Cahyono, mengutuk keras dugaan tindakan tersebut dan meminta perkuat pengawasan terhadap lembaga pendidikan.
Ia menilai peristiwa itu menjadi catatan serius bagi dunia pendidikan, baik di lingkungan pondok pesantren maupun sekolah umum lainnya.
“Saya selaku anggota DPRD mengutuk keras kejadian ini, sangat-sangat menyayangkan sekali,” ujar Endro saat beritajateng.tv temui di kantornya pada Jumat, 8 Mei 2026.
Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dengan mendorong evaluasi terhadap dinas-dinas terkait. Selain itu, pihaknya juga akan menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Agama yang memiliki kewenangan terhadap kebijakan pondok pesantren.
“Tentunya kami akan menggunakan fungsi kami yaitu sebagai pengawasan. Kami akan mengevaluasi dari dinas-dinas yang terkait baik dinas pendidikan dan kita juga ingin berkomunikasi yang intens dengan Kementerian Agama karena terkait kebijakan kan ranahnya Kementerian Agama,” jelasnya.
BACA JUGA: Demi Bela Korban Ponpes Pati, Pengacara Akui Patungan Meski Makan Susah
Menurutnya, pengawasan terhadap peserta didik harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak terbatas hanya pada lingkungan pesantren. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Pengawasan kepada sekolah-sekolah tidak hanya di pondok pesantren, di mana pun pengawasan tetap harus terlaksana untuk menjaga keselamatan dan kesehatan anak-anak didik kita. Mereka itu adalah generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Endro juga mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dalam mengawasi lingkungan pendidikan. Endro menyebut tragedi seperti ini harus menjadi pelajaran bersama agar kewaspadaan tetap terjaga.
“Kita harus belajar bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Jadi kewaspadaan tetap harus terjaga,” tuturnya.
Selain lembaga pendidikan, ia meminta para orang tua tetap aktif memantau kondisi anak selama menempuh pendidikan.
“Anak-anak juga yang sedang belajar di mana pun tetap harus diawasi oleh orang tuanya,” tambah Endro.





