Perkosmi Jateng-DIY Gelar Workshop Terkait Perizinan dan Sertifikasi Halal

Perkosmi Jateng-DIY Gelar Workshop Terkait Perizinan dan Sertifikasi Halal

Semarang, 27/7 (BeritaJateng.net) – Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) pengurus daerah Jawa Tengah dan DIY kembali mengadakan workshop implementasi penyelenggaraan perizinan berbasis resiko dan sertifikasi halal dalam industri kosmetik di Indonesia, Rabu (27/7).

Dalam acara workshop tersebut Perkosmi bekerja sama dengan DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan penjelasan hingga praktek bagi seluruh peserta untuk dapat mendaftarkan perizinan secara mandiri melalui online hingga terdaftar sertifikasi halal.

Drs. Rosid Sujono, MM selaku Ketua Perkosmi Pengda Jateng dan DIY mengatakan bahwa kegiatan workshop implementasi penyelenggaraan perizinan berbasis resiko dan sertifikasi halal dalam industri kosmetik kali ini merupakan program kerja dari Perkosmi Jateng DIY seluruh anggota dan non anggota pengusaha hingga UMKM pelaku kosmetik di Jateng dan DIY.

Menurutnya, dalam kegiatan workshop tersebut ada sekitar 60 peserta mulai dari pengusaha hingga UMKM pelaku penjual dan pembuat kosmetik di Jateng DIY.

“Selama ini kegiatan hanya berbasis online karena memang terkendala pandemi, dan tahun ini sudah mulai mereda dan kita buat pelatihan secara offline dengan seluruh anggota Perkosmi Jateng DIY,” ucapnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, masih banyak pelaku usaha dibidang kosmetik terutama perusahaan baru hingga UMKM masih terkendala dengan perizinan dan sertifikasi halal, sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa pelaku industri kosmetik seluruhnya harus sudah bersertifikasi halal pada tahun 2026.

“Sesuai dengan UU no 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal yang sudah diubah pada UU no 11 tahun 2020 yang mengatur tentang sertifikasi halal bagi produk yang diedarkan,” katanya.

Lanjutnya, sesuai dengan visi Perkosmi bahwa untuk dapat menjadi wadah perusahaan kosmetik di Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis kosmetik Indonesia dan menciptakan lingkungan kondusif untuk industri kosmetik, agar konsumen menikmati produk yang aman, baik dan inovatif.

” Kami mendorong dan memotivasi anggota Perkosmi baik perusahaan maupun UMKM dengan segala cara dan kemudahan berusaha, sehingga industri kosmetik lebih termotivasi meninggkat, selain itu acara ini bentuk implementasi visi Perkosmi untuk meningkatkan peran dan pemahaman anggota untuk dapat mengembangkan usaha dalam hal perizinan hingga sertifikasi halal,” jelasnya saat wawancara di hotel Khas Semarang, Rabu 27/7.

Dikatakanya dengan adanya workshop tersebut seluruh pelaku usaha kosmetik dari perusahaan menengah hingga UMKM nantinya dapat memahami proses sertifikasi jaminan halal, dimulai dari persiapan pendaftaran online, audit hingga sertifikasi halal.

Sementara itu TJ Hindarto, selaku pemateri dari DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa sesuai aturan pemerintah pasca terbitnya UU Cipta Karya berserta turunannya, mensyaratkan untuk pelaku usaha dapat melakukan kegiatan usahanya dengan kemudahan malalui sistem.

“jadi jika dulu untuk memulai usaha itu identik dengan ribet, sekarang usaha identik dengan happy, karena semuanya sudah terakomodir dalam satu sistem,” jelasnya.

lanjutnya, dimana saat ini kita dapat mengajukan perijinan usaha, kemudian melakukan perubahan, melaporkan kegiatan penanaman modal hingga terkait pembatalan jika mana ada usaha yang ingin berpindah dibudang usaha lainya.

“Hasil identifikasi kami semntara ini karena sistem ini masih tergolong baru, baru tersosialisasikan Agustus 2021 kemarin, jadi kita perlu banyak pendampingan dengan teman-teman pelaku usaha karena sistem-sistem ini banyak terintegrasi dengan sistem lain, maka hali ini yang perlu kami sosialisasikan lebih dan pendampingan, sehingga harapan kami kedepan itu kita juga mendukung percepatan pengurusan perizinan di daerah sesuai petunjuk Presiden kemudahan dalam pengurusan perijinan,” jelasnya.

Lanjutnya hingga saat ini tercatat dalam sistem sudah sekitar 8000 lebih penerbitan perizinan berusaha, dan terbit otomatis ada sekitar 6000 pelaku usaha dari berbagai bidang sektor usaha. Terbit otomoatis untuk UMKM dan perizinan terbit diklasifikasi menengah tinggi.

“Harapan kami dengan adanya workshop seperti ini mereka dapat melakukan pangajuan perizinan secara mandiri, karena sistem ini dirancang khusus menghindari kepanjangan tangan seperti calo-calo, sehingga tidak ada yang mengatakan bahwa untuk membuat izin itu butuh biaya mahal,” ujarnya. (Ak/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.