SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah meminta petani terdampak banjir di Demak untuk melapor melalui penyuluh lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan lahan pertanian yang masuk kategori puso atau gagal panen akibat banjir yang terjadi.
“Kalau terakhir ini laporan saya belum ada yang sampai tahap mengkhawatirkan. Belum ada yang sampai puso,” ujar Frans saat beritajateng.tv jumpai di kompleks DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin, 6 April 2026 sore.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut terpengaruhi durasi genangan air yang belum cukup lama untuk menyebabkan kerusakan fatal pada tanaman.
“Kalau masih kurang dari tiga hari kan belum bisa dikatakan sebagai dia akan menjadi puso dan sebagainya,” sambung Frans.
Petani Harap Lapor Berjenjang Lewat Penyuluh, Distanak Masih Cek Dampak Banjir di Lapangan
Frans menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan lapangan melalui petugas dan penyuluh pertanian di wilayah terdampak.
BACA JUGA: Panen Raya Jagung di Blora, Bulog Siap Serap Hasil Petani hingga Dukung Bioetanol
Ia pun meminta petani yang lahannya terdampak untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan penyuluh sebelum laporan di teruskan ke tingkat provinsi.
“Ini masih cek lapangan kan. Paling bagus itu koordinasi dulu dengan petugas lapangan dan penyuluh, supaya nanti di laporkan secara berjenjang ke kami,” kata Frans.
Ia menyebut, laporan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kebutuhan penanganan di lapangan.
Jika Puso, Petani Bisa Klaim Asuransi atau Dapat Bantuan Benih
Frans menyebut, apabila lahan pertanian benar-benar mengalami puso, petani dapat memperoleh bantuan melalui skema asuransi usaha tani padi maupun bantuan benih untuk tanam ulang.
Ia menambahkan, pemberlakuan langkah tersebut untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah risiko bencana.





