SEMARANG, beritajateng.tv – Semangat baru pembinaan sepak bola usia dini mulai terasa di Kota Semarang. Aruna resmi meluncurkan Aruna Football Academy Semarang, sebuah inisiatif yang menghadirkan pendekatan terintegrasi untuk mencetak talenta muda berkualitas, sekaligus menjawab tantangan klasik pembinaan yang selama ini belum merata dan kurang terstruktur.
Kehadiran akademi ini bukan sekadar tempat latihan, tetapi dirancang sebagai ekosistem pembinaan menyeluruh.
Aruna menggabungkan metode pelatihan modern, penguatan karakter, hingga perencanaan jalur karier profesional bagi pemain muda sejak dini.
Fokusnya tidak hanya pada kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding, disiplin, serta pemahaman taktik permainan.
Peluncuran akademi ini semakin semarak dengan adanya Piala Wali Kota Semarang 2026. Yang menjadi panggung awal bagi para pemain muda untuk menunjukkan potensi mereka dalam sistem kompetisi yang lebih kompetitif dan terarah.
BACA JUGA: Skenario PSIS Keluar dari Zona Degradasi, Laga Kontra Kendal Tornado Jadi Kunci Debut Kas Hartadi
Turnamen Aruna Football Academy rencananya berlangsung pada 2–3 Mei 2026 di Stadion Citarum, Semarang.
Sebanyak 16 klub U-13 terbaik akan bersaing dalam format gugur. Selain trofi juara, panitia juga menyiapkan penghargaan individu. Seperti top skor, pemain terbaik, dan tim fair play sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para peserta.
Direktur Olahraga Aruna Group, Adhitya Hernadian, menegaskan bahwa pembinaan usia dini merupakan fondasi utama kemajuan sepak bola Indonesia.
Ia menilai, pendekatan yang tepat sejak awal akan menentukan arah karier pemain di masa depan.
“Kami serius ingin memajukan sepak bola Semarang. Kota ini punya sejarah prestasi yang kuat. Kehadiran Emanuel De Porras menjadi simbol keseriusan kami dalam membangun kualitas pembinaan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa Aruna membuka peluang bagi pemain muda untuk menembus kompetisi internasional.
“Kami tidak hanya fokus di level nasional. Saat ini sudah ada dua pemain kami yang berkompetisi di Filipina, dan ke depan akan menyusul ke Malta,” kata Adhitya.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut positif kehadiran akademi ini sebagai jembatan bagi anak-anak muda meraih mimpi di dunia sepak bola.
“Kami berharap Aruna menjadi harapan emas bagi talenta muda Kota Semarang untuk berkarier, bahkan hingga ke luar negeri,” ungkalnya.
Ia turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam penyelenggaraan Piala Wali Kota Semarang 2026.
“Ini bukti sinergi antara pemerintah, swasta, dan pegiat sepak bola dalam mendorong prestasi daerah,” tambahnya.
Sejumlah mitra strategis turut terlibat dalam pengembangan akademi ini. Mulai dari Carfix dan Trima+ by Trimegah Sekuritas sebagai sponsor utama, Benviar sebagai official apparel, hingga RS Siloam Semarang yang mendukung dari sisi medis.
Ketua Askot PSSI Semarang, Anton Nikijuluw, menilai kehadiran Aruna menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi pembinaan sepak bola di tingkat daerah.
“Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter pemain muda sebagai aset masa depan,” katanya.
Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
Dari sisi operasional, Manajer Akademi Andreas Tri Widagdo menekankan pentingnya lingkungan belajar yang progresif dan terstruktur.
Menurutnya, pemain muda perlu di bekali pemahaman permainan yang baik, disiplin tinggi, serta mental kompetitif.
Untuk menjaga kualitas pembinaan, Aruna juga menggandeng sosok berpengalaman di dunia sepak bola. Termasuk mantan bintang PSIS Semarang, Emanuel De Porras, sebagai penasihat teknis.
Kehadirannya harapannya mampu memberikan inspirasi sekaligus standar profesional bagi para pemain muda.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Semarang.
Aruna percaya, pembinaan usia dini tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi kuat dari berbagai pihak.
Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan terarah, Aruna Football Academy Semarang harapannya mampu melahirkan generasi baru pesepak bola yang tidak hanya unggul di lapangan. Tetapi juga siap menembus level profesional, baik di dalam maupun luar negeri. (*)
Editor: Elly Amaliyah





