BLORA, beritajateng.tv — Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Blora mulai memenuhi standar sanitasi dengan memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) setelah mendapat peringatan dari Satgas Makan Bergizi (MBG).
Koordinator Wilayah MBG Blora, Artika Diannita, menyebutkan dari total 90 dapur yang terdata, sebanyak 79 dapur telah memasang IPAL dan sudah beroperasi.
“Dapur-dapur ini beramai-ramai memasang IPAL setelah ada penegasan dari Satgas. Bagi yang belum, akan di kenakan sanksi tegas,” ujarnya.
BACA JUGA: Dampingi Kunker Menteri Wihaji, Mohammad Saleh Tekankan Program MBG 3B Harus Tepat Sasaran
Ia menegaskan, dapur yang sudah beroperasi tetapi belum terlengkapi IPAL berpotensi di tutup sementara hingga memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga telah memberikan batas waktu bagi pengelola untuk segera melengkapi standar sanitasi tersebut.
Menurut Artika, keberadaan IPAL sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan, terutama dari limbah minyak, deterjen, dan sisa makanan hasil aktivitas dapur program makan bergizi gratis.
“IPAL ini krusial agar limbah tidak mencemari tanah maupun sumber air di sekitar dapur,” jelasnya.
BACA JUGA: Produksi Ikan Jateng Berlimpah, Mohammad Saleh Usulkan Olahan Ikan Jadi Menu MBG
Dari total 90 dapur, sebanyak 79 sudah beroperasi. Sementara sisanya masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, serta pemasangan IPAL.
Pemerintah Kabupaten Blora memastikan pengawasan akan terus di perketat guna menjamin seluruh dapur memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. (*)
Editor: Farah Nazila
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





