“Karena itu saya bikin pameran kecil mengenai fashion dengan bahan ramah lingkungan terbuat dari sisa kain dan warna alam. Jadi dengan baju dari bahan sisa dan pewarna alam atau dia bahan alam yang diolah. Kita lakukan Upcycle dan recycle,” ujar Samuel.

Di era gempuran berbagai produk asing, Samuel meminta pelaku fashion ikut mensosialisasikan dan memperkenalkan budaya Indonesia melalui fashion show.
“Praktis anak muda sangat tahu fashionnya Korea, tapi apakah tahu Batik dari Bantul, Batik dari Kendal. Mayoritas gak tahu dan bukan salah mereka. Kenapa bukan salah mereka, karena kita orang-orang fashion juga tidak mensosialisasikannya ke mereka. Oleh karena itu ini jadi pekerjaan bersama-sama untuk memperkenalkan secara singkat di sini,” terang Dia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





