Jateng

Pilih Kerbau, Kenapa di Kudus Jawa Tengah Jarang Kurban Sapi? Begini Riwayatnya Terkait Tradisi

×

Pilih Kerbau, Kenapa di Kudus Jawa Tengah Jarang Kurban Sapi? Begini Riwayatnya Terkait Tradisi

Sebarkan artikel ini
Kerbau Kudus
Seorang jagal tengah melepas ikatan kerbau sebelum dipotong sebagai hewan kurban di salah satu masjid di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ant)

Sementara di Kabupaten Kudus, lahan juga semakin berkurang menyusul bertambahnya penduduk sehingga banyak lahan pertanian beralih fungsi menjadi permukiman.

Secara alami, jumlah ternak kerbau di Kudus juga kian berkurang karena tantangan dalam memelihara hewan ternak tersebut jauh lebih besar daripada sapi.

Meskipun demikian, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memprediksi jumlah ternak yang jadi hewan kurban pada tahun 2024 masih tetap mayoritas kerbau.

Jumlah kerbau perkiraan mencapai 2.242 ekor, sedangkan sapi hanya 420 ekor, kambing sebanyak 7.672 ekor, dan domba sebanyak 106 ekor.

Jumlah hewan ternak yang jadi hewan kurban tersebut perkiraan mengalami kenaikan berkisar 5-10 persen dari tahun sebelumnya. Sementara total pemotongan tahun 2023 sebesar 9.497 ekor naik menjadi 10.440 ekor.

BACA JUGA: Tradisi Tumpeng Songo Berlangsung Meriah di Malam Takbir Idul Adha 2024

Kata budayawan soal kurban kerbau saat Idul Adha

Suprayitno, budayawan Kudus, menganggap minimnya populasi ternak kerbau di kabupaten ini tidak akan menyurutkan warga masyarakat setempat untuk menyembelih kerbau saat Idul Adha karena mereka memilik keyakinan fanatik untuk melestarikan ajaran Sunan Kudus.

Oleh karena itu, walaupun populasi kerbau di Kabupaten Kudus tidak banyak, masih banyak pekurban tetap melaksanakan ajaran Sunan Kudus untuk menghormati umat Hindu dengan tidak menyembelih sapi saat Hari Raya Idul Adha.

Warga dari luar daerah yang menetap di Kudus akhirnya ikut menghormati kearifan lokal dengan menyembelih kerbau. Hal itu sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Meskipun era modern seperti sekarang banyak terjadi perpindahan penduduk, termasuk di Kabupaten Kudus seiring tumbuhnya industri baru yang menyerap ribuan pekerja baik dari Kudus maupun luar daerah, hal itu tidak mengubah sikap mayoritas Muslim untuk tetap menghormati umat Hindu. Memang, sejumlah kalangan yang tidak fanatik, kini mulai beralih memilih sapi dalam berkurban.

Masyarakat Kudus sendiri cukup akrab dengan daging kerbau. Karena, awalnya hewan ini menjadi penarik gerobak, alat transportasi tradisional yang sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit.