Kegiatan olahraga menjadi salah satu sarana untuk membangun komunikasi antara polisi dan masyarakat.
Menurut Maesa, suasana yang cair dapat membuat komunikasi berlangsung lebih terbuka. Polisi pun memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai pesan keselamatan kepada masyarakat tanpa menciptakan jarak.
“Insyaallah nanti bisa seminggu sekali. Karena kami juga bermain bola, kegiatan seperti ini kami gunakan untuk berkumpul sekaligus mengedukasi teman-teman semua,” katanya.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pola komunikasi kepolisian agar semakin humanis dan dekat dengan masyarakat.
Ditlantas Polda Jateng sebelumnya telah menjalankan sejumlah kegiatan bersama berbagai elemen masyarakat. Ke depan, pola kolaborasi tersebut akan di perkuat melalui Polantas Karib.
Bukan hanya komunitas otomotif, ruang kolaborasi juga terbuka bagi organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), kelompok pemuda dan berbagai komunitas lainnya. (*)





