Jateng

Polda Jateng Siapkan One Way Presisi dari KM 390 Kendal untuk Hadapi Puncak Arus Balik 2026

×

Polda Jateng Siapkan One Way Presisi dari KM 390 Kendal untuk Hadapi Puncak Arus Balik 2026

Sebarkan artikel ini
polda jateng
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra saat ditemui di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Sabtu, 28 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan strategi khusus menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 malam. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah penerapan skema one way presisi tahap ketiga.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, menjelaskan pemberlakuan skema one way tersebut rencananya akan mulai KM 390 Tol Kendal hingga Pejagan. Tujuannya untuk mempercepat penguraian kendaraan sebelum memasuki wilayah Jawa Barat.

“Pertimbangan mulai dari Kendal adalah agar terurainya lebih cepat. Kalau kita tarik dari awal, mereka sampai ke Pejagan lebih cepat dan saat memasuki wilayah Jawa Barat tidak terjadi penumpukan baik di Cikampek maupun Cirebon,” ujar Pratama saat beritajateng.tv temui di GT Kalikangkung Semarang pada Sabtu, 28 Maret 2026.

BACA JUGA: Mudik Tanpa Setir, Warga Jepara-Salatiga Pilih Naik Kereta Api Hindari One Way dan Macet

Meski demikian, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut tetap bersifat situasional, bergantung pada volume kendaraan di lapangan. Jika jumlah kendaraan melampaui 3.000 unit per jam, maka skema one way akan segera berlangsung.

“Kalau masih di bawah itu, sekitar 2.000 sampai 2.800 kendaraan, kita masih menggunakan kondisi normal. Namun, sterilisasi di masing-masing rest area sudah kita siapkan agar tidak ada kendaraan berlawanan arus yang tertinggal saat one way mulai,” jelasnya.

Selain jalur tol utama, perhatian juga diberikan pada sejumlah titik rawan perlambatan di wilayah Semarang. Seperti tanjakan Tembalang, KM 212 Unika, hingga kawasan ABC. Hambatan di lokasi tersebut umumnya karena kendaraan berat yang melambat saat melintasi tanjakan.

“Kapasitas tanjakan tinggi membuat kendaraan berat memperpelan kecepatan. Tapi pada prinsipnya roda tetap berputar, tidak sampai berhenti total. Salah satu fungsi one way sepenggal yang kami lakukan adalah memberi kesempatan kendaraan kecil untuk mendahului tanpa hambatan kendaraan besar,” lanjutnya.