Hukum & Kriminal

Polda Jateng soal Penipuan “Kuota Kapolri” Akpol: Polisi Pekalongan Ngaku Punya Akses ke Pusat

×

Polda Jateng soal Penipuan “Kuota Kapolri” Akpol: Polisi Pekalongan Ngaku Punya Akses ke Pusat

Sebarkan artikel ini
penipuan Akpol
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, saat memberikan keterangan di Mapolda Jawa Tengah, Kamis, 23 Oktober 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

BACA JUGA: Apes, Taruna Akpol Semarang yang Serang Senior Karena Sita Laptop Kini Akpol Keluarkan, Ini Alasannya

Ia menambahkan, Polda Jawa Tengah masih membuka peluang bagi masyarakat lain yang merasa menjadi korban untuk melapor. Dalam kesempatan itu, Artanto juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur dengan janji kelulusan dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

“Tentunya akan kami crosscheck terhadap masyarakat yang lain. Kalau ada yang laporan, akan kami lakukan pemeriksaan atau penyelidikan. Penerimaan anggota Polri adalah gratis dan dilaksanakan secara BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tegasnya.

“Polda Jawa Tengah berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan memberikan efek jera bagi pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan oknum yang menjanjikan jalur istimewa,” pungkas Artanto.

Awal mula kasus

Sebelumnya, seorang warga Pekalongan, Dwi Purwanto (42), melaporkan empat orang ke Polda Jawa Tengah usai menjadi korban penipuan dengan modus jalur khusus masuk Akpol.

Kerugian yang Dwi alami mencapai Rp2,65 miliar. Dwi melaporkan empat orang terduga pelaku, dua di antaranya adalah polisi aktif di Pekalongan, yakni Aipda F alias Rohim, dan Bripka AUK alias Alex.

Dua terlapor lain adalah warga sipil yakni Joko serta Agung yang mengaku sebagai adik dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kasus bermula pada Desember 2024, ketika Dwi menerima pesan dari Rohim, anggota Polres Pekalongan (Kajen). Tanpa diminta, Rohim menawarkan bantuan agar anak Dwi bisa lolos Akpol lewat jalur istimewa yang disebutnya “kuota Kapolri”.

“Beliau menawarkan untuk membantu mengurus anak saya supaya bisa masuk Akpol,” ujar Dwi di Kota Semarang, Rabu, 22 Oktober 2025.

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Ini 4 Fakta Polisi Pemalang Calo Penerimaan Bintara Polri Tipu Hingga Rp900 Juta

Namun, jalan pintas itu tidak gratis. Dwi mesti menyediakan Rp3,5 miliar, dengan Rp500 juta bayar di awal sebagai tanda jadi dan sisanya setelah anaknya lolos seleksi pusat (Panpus).