Nasional

Prabowo Minta Demo Izin dan Berhenti Jam 6 Sore, Netizen: Keren, Demokrasi di Jam Kerja

×

Prabowo Minta Demo Izin dan Berhenti Jam 6 Sore, Netizen: Keren, Demokrasi di Jam Kerja

Sebarkan artikel ini
prabowo subianto
Prabowo Subianto. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa demonstrasi harus meminta izin dan harus berhenti tepat pada pukul 18.00 WIB.

Adapun kata Prabowo, hak menyampaikan pendapat ini dijamin oleh undang-undang.

“Undang-Undang mengatakan kalau mau demonstrasi harus minta izin dan izin harus dikasih dan berhentinya jam 18.00 WIB,” kata Prabowo, pada Senin 1 September 2025.

Tak hanya itu, Prabowo mengatakan bahwa ia mendapat laporan bahwa banyak anggota kepolisian yang terkena petasan saat mengamankan unjuk rasa.

“Bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya, ini sudah memang-memang sudah rusuh,” kata Prabowo.

BACA JUGA: Gelombang Demo Tak Kunjung Usai, Tokoh Agama Jateng Serukan Introspeksi Nasional

Soal perkataan Prabowo terkait permintaan izin demonstrasi tersebut, tak sedikit netizen yang memberikan komentarnya.

“di suruh pulang jam segitu biar pas malem parjo & parcok gampang nyerangnya?” cuit @PavabRe******, seperti beritajateng.tv kutip di X, Selasa 2 September 2025.

“Keren, demokrasi di jam kerja. Protes jam 9 sampai jam 6, seperti jam kerjanya pemerintah, Bravo!” cuit @lost_****** dalam Bahasa Inggris.

“UDAH PULANG JAM SEGITU JUGA TENGAH MALEM MALAH KENA SERANGAN DAN TEMBAKAN GAS AIR MATA SAMA BAWAHAN ELU WOKKK WOKK

ADUHH GERAMNYEEE” cuit @beauti**.

“Padahal solusinya sederhana.
Tiap yg demo di terima dan di dengarkan langsung aspirasinya.
Pasti gak ada yg demo sampai malam.” cuit @admiralkiza****.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bakal memburu seluruh pihak yang membiayai aksi demo hingga berujung ricuh di pelbagai daerah.

Kapolri mengatakan telah memerintahkan seluruh jajarannya menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo agar segera mengembalikan situasi keamanan di masyarakat.

“Sehingga masyarakat bisa kembali melaksanakan kegiatannya, perekonomian bisa kembali tumbuh,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga 1 September 2025 ini, sebanyak tujuh orang meninggal dalam aksi demo selama gelombang demonstrasi akhir Agustus 2025.

BACA JUGA: Marak Demo Ricuh, Bupati Semarang Ngesti Nugraha Ajak Warga Tangkis Berita Tak Benar

Korban meninggal tersebar di beberapa kota, termasuk Jakarta, Makassar, Solo, dan Yogyakarta. Dari tujuh korban jiwa itu menghasilkan lima orang anggota DPR-RI dipecat dan dinonaktifkan. (*)

 

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp