BACA JUGA: Praktik Jual Beli Kios dan Sewa Los Ilegal Pasar Sumowono Semarang Terbongkar, Harga Tembus Rp30 Juta
Polisi Dalami Pengakuan Pasien
Meski tidak menemukan praktik dokter saat pengecekan, Jumani mengatakan, masih mendalami informasi dari masyarakat. Khususnya yang sempat mendatangi lokasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kami masih mendalami informasi adanya masyarakat yang datang ke lokasi. Oleh karena mereka masih meyakini bahwa di tempat tersebut bisa melakukan pemeriksaan kesehatan, meskipun dokter yang sebelumnya berpraktik di sana sudah meninggal dunia,” katanya.
Termasuk juga, kata dia, mengenai informasi pasien yang masih mendapatkan pelayanan atau obat dengan keterangan dokter sedang sakit.
BACA JUGA: Rencana Pemerintah Ngebor 19 Titik Geothermal di Jawa Tengah Terungkap
Polisi kini berupaya memastikan siapa yang memberikan pelayanan kepada pasien. Selain itu seperti apa bentuk pelayanan, serta ada atau tidaknya masyarakat yang mengalami kerugian.
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi dari masyarakat yang menyatakan mengalami kerugian akibat aktivitas tersebut. Namun, informasi yang berkembang tetap kami dalami untuk memastikan fakta sebenarnya di lapangan,” katanya.
Polisi Imbau Masyarakat Sampaikan Informasi
Polrestabes Semarang mengimbau masyarakat yang pernah mendatangi lokasi tersebut untuk menyampaikan informasi. Tentunya apabila pernah mendapatkan pelayanan kesehatan, membeli obat, atau merasa menjadi korban dengan kerugiannnya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi atau merasa menjadi korban agar tidak ragu untuk melapor. Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kami untuk melakukan pendalaman dan mengantisipasi agar tidak muncul korban lainnya,” kata Jumani.
BACA JUGA: Ide Jualan Jajanan Viral, Rahasia Resep Cireng Isi 5 Varian Kekinian Paling Menggoda
Kronologi Informasi Praktik Dokter Ilegal
Sebelumnya ada pemberitaan, mengenai tempat praktik dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) dr. Agus Sukamto di Jalan Kaligarang Raya, Kota Semarang, menjadi sorotan. Hal ini setelah kabar dokter tersebut meninggal sejak Juni 2025 viral di media sosial.





