Jateng

Prihatin Angka Kecelakaan Pemotor Tinggi, Siswa SMKN 2 Salatiga Ciptakan Helm Pintar SiagaRide

×

Prihatin Angka Kecelakaan Pemotor Tinggi, Siswa SMKN 2 Salatiga Ciptakan Helm Pintar SiagaRide

Sebarkan artikel ini
SiagaRide
Siswa SMKN 2 Salatiga menunjukkan bagian dalam helm pintar SiagaRide. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Prihatin terhadap tingginya angka kecelakaan di kalangan pengendara sepeda motor, siswa-siswi SMKN 2 Salatiga berinovasi menciptakan helm pintar “SiagaRide”.

Dengan menanamkan sensor kemiringan, helm tersebut akan memberikan peringatan berupa suara dan getaran saat pengendara kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Dengan demikian, pengguna perangkat keselamatan berkendara tersebut ԁiharapkan dapat kembali fokus saat mengendarai sepeda motor.

Helm pintar SiagaRide merupakan hasil inovasi yang ԁiinisiasi tiga siswa SMKN 2 Salatiga, yakni M. Gilang Rifky, Eka Wulandari, dan Fa’aliq Al Jauda.

Ꭰitemui di SMKN 2 Salatiga, M. Gilang Rifky menyebut helm pintar tersebut ia ciptakan bersama tim dengan menyematkan alat pendeteksi fokus.

BACA JUGA: Ogah Pake Helm Karena Rambut Basah, Customer Ojol Bikin Driver Gregetan

Inovasi tersebut terinspirasi dari banyaknya kasus kecelakaan pengendara sepeda motor yang kehilangan fokus karena mengantuk, terutama saat berkendara jarak jauh atau pada malam hari.

“Basis utama helm pintar ini adalah Internet of Things (IoT) ESP32. Tujuannya membuat pengendara agar lebih fokus pada saat berkendara jarak jauh,” jelasnya, Selasa, 11 Agustus 2026.

Sistem kerjanya, kata dia, ESP32 menerima sinyal kemiringan dari sensor Gyro MPU6050 atau modul pelacak gerak berukuran kecil yang ԁisematkan pada busa helm.

Jika kemiringan kepala pengendara lebih dari 50 derajat, sensor secara otomatis akan mengirimkan sinyal untuk memberikan peringatan berupa suara dan getaran secara bersamaan.

“Untuk membuat purwarupa helm pintar ini, kami membutuhkan waktu sekitar lima bulan, mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2026 lalu,” tambah M. Gilang.

BACA JUGA: Kesal Berulang Kali Diteror, Nimas Mengaku Pernah Pukul Kepala Adi Pakai Helm Saat Datangi Rumahnya

Kepala SMKN 2 Salatiga, Dyah Sulistyorini, mengatakan pembelajaran di SMKN 2 Salatiga memang mengarahkan para siswa untuk membuat inovasi yang berguna bagi masyarakat.

“Tentunya guru juga memberikan rambu-rambu untuk memastikan apakah inovasi tersebut sebelumnya sudah ada atau belum. Untuk helm pintar ini memang belum ada,” jelasnya.

Dalam hal inovasi, lanjut Dyah, sekolah memang menyajikan persoalan kepada para siswa agar mereka berpikir kreatif untuk mencari penyelesaian serta solusinya. Namun, di luar dugaan, cara siswa menyelesaikan persoalan tersebut hasilnya justru sangat memuaskan.

“Ide-idenya bahkan out of the box dalam menghasilkan sebuah inovasi,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp