Progam PSEL ini berbeda dengan inovasi yang sebelumnya yang telah Pemerintah Kota Semarang lakukan untuk penanganan sampah yakni pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).
PLTSa merupakan inovasi dengan sistem sanitary landfill dan control landfill. Sampah di TPA Jatibarang kita ubah menjadi tenaga listrik dengan cara menutup membran. Ada 15 sumur bor untuk memutar turbin.
Inovasi PLTSa ini hanya berguna mengurangi gas emisi yang ditimbulkan dari tumpukan sampah. Gas yang mencemari lingkungan di ambil. Hanya saja, sampah padat masih ada namun sudah kita tutup membran sehingga tidak akan longsor atau tumpah.
Adapun untuk mengurangi tumpukan sampah, Pemerintah Kota Semarang menyaipkan inovasi PSEL menggunakan insenerator. Sampah masuk ke insenetator dan kita bakar di dalamnya.
“Hasil pembakaran panas itu untuk menggerakan turbin. Jadi, ini metode yang beda. Kami masih mempersiapkan dokumen untuk PSEL,” jelasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





