Jateng

Proyek WaterWorx Berhasil, PDAM Gandeng Belanda Atasi Krisis Air Bersih Akibat Penurunan Tanah di Semarang

×

Proyek WaterWorx Berhasil, PDAM Gandeng Belanda Atasi Krisis Air Bersih Akibat Penurunan Tanah di Semarang

Sebarkan artikel ini
Proyek WaterWorx Berhasil, PDAM Gandeng Belanda Atasi Krisis Air Bersih Akibat Penurunan Tanah di Semarang
PDAM Tirta Moedal Semarang melakukan tinjauan proyek WaterWorx penurunan tanah di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Keberhasilan proyek di Kebonharjo akan menjadi model penanganan untuk wilayah lain di Kota Semarang. PDAM Tirta Moedal menargetkan tingkat kehilangan air atau kebocoran jaringan yang saat ini masih berada di kisaran 40 persen dapat di tekan secara bertahap.

“Program ini akan kami replikasi di beberapa wilayah lain. Harapannya tingkat kebocoran air bisa terus turun sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, proyek WaterWorx telah memasuki fase kedua dan akan dilanjutkan ke fase ketiga pada tahun ini melalui dukungan pembiayaan dari Pemerintah Belanda, PDAM Tirta Moedal, serta Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari Pemkot Semarang.

Sementara itu, Project Manager WaterWorx, Thomas De Jong, mengatakan kerja sama antara operator air minum Belanda dan PDAM Tirta Moedal telah berlangsung sejak 2019 dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan berkualitas.

“Kami bekerja sama dengan PDAM Tirta Moedal untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air minum yang layak. Kebonharjo menjadi prioritas karena kawasan ini terdampak cukup besar oleh penurunan muka tanah,” katanya.

Menurut Thomas, sebelum proyek berjalan sebagian besar warga masih mengandalkan air sumur karena tekanan air PDAM rendah dan kualitas layanan belum memadai. Melalui rehabilitasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, kondisi tersebut kini berubah.

“Kami melakukan rehabilitasi sistem secara menyeluruh. Sekarang hampir seluruh warga sudah menggunakan jaringan ini sehingga ketergantungan terhadap air tanah bisa berkurang,” ujarnya.

Selain memperbaiki infrastruktur, kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi pegawai PDAM.

“Kolaborasi ini bukan hanya membangun jaringan pipa. Tetapi juga meningkatkan kemampuan staf PDAM melalui berbagai pelatihan sehingga pelayanan ke depan bisa semakin baik,” pungkas Thomas. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp