“Yang pasti konsepnya mengedepankan teknologi ramah lingkungan. Untuk teknologi yang terpilih nanti akan dtentukan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Danantara,” jelasnya.
Meski demikian, Glory memperkirakan teknologi termal berpeluang besar dalam proyek tersebut. Karena saat ini menjadi metode paling efektif untuk mengurangi volume sampah dalam jumlah besar.
“Kalau melihat tren yang ada, sebagian besar proyek serupa menggunakan teknologi termal. Teknologi ini paling cepat dan efektif dalam mengurangi timbunan sampah,” ujarnya.
Proyek PSEL Semarang Raya menjadi salah satu program strategis yang harapannya mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan sekaligus mendukung target pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang Pemerintah Kota Semarang terima, nilai investasi proyek tersebut perkiraannya mencapai Rp3 triliun.
“Informasi terakhir yang kami terima, nilai investasi yang Danantara sampaikan berada di kisaran Rp3 triliun,” kata Glory. (*)




