Politik

PSI Sebut Gibran Lawan Terkuat Prabowo pada 2029, Hersubeno: Jokowi Panik, Bilang Keduanya 2 Periode

×

PSI Sebut Gibran Lawan Terkuat Prabowo pada 2029, Hersubeno: Jokowi Panik, Bilang Keduanya 2 Periode

Sebarkan artikel ini
PSI 2029 | prabowo-gibran
Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: YouTube/KPU RI)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pernyataan Ahmad Ali, salah satu elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjelang konsolidasi awal Pilpres 2029 memicu tafsir luas publik dan media.

Ali sebelumnya menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai kompetitor terkuat dari Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029. Pernyataan itu langsung bersinggungan dengan mandat Partai Gerindra kepada Prabowo.

Situasi tersebut mendapat sorotan tajam dari pengamat politik Hersubeno Arief melalui kanal YouTube Hersubeno Point, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Hersubeno menilai pernyataan Ahmad Ali dalam sebuah podcast itu telah menciptakan bola liar politik. Ia menyebut publik wajar menarik kesimpulan adanya potensi konflik elite.

“Media dan netizen menafsirkan sendiri karena ucapannya eksplisit. Konteks relasi Jokowi dan Prabowo menjadi faktor utama tafsir tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA: PSI Siapkan Gibran Kandidat Capres 2029, Hersubeno Point: Ambisi Politik Jokowi Tak Akan Berhenti

Hersubeno menyebut situasi tersebut berbahaya bagi stabilitas koalisi. “Ini bukan sekadar salah tafsir, tetapi ancaman kepercayaan politik,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Joko Widodo lantas menyampaikan klarifikasi terbuka. Presiden ketujuh RI itu menegaskan skenario Prabowo-Gibran tetap berjalan dua periode. Hersubeno menganggap langkah tersebut sebagai manuver darurat.

“Jokowi menekan tombol panic button. Klarifikasi itu bertujuan meredam spekulasi sebelum meluas,” ucapnya.

Selain isu politik, pernyataan Ahmad Ali juga melahirkan polemik kultural di ruang digital. Analogi prosesor “Pentium” yang ia gunakan untuk membandingkan Gibran dan Jokowi menuai gelombang ejekan warganet.

Hersubeno menilai analogi tersebut justru merugikan citra Gibran. “Niat memuji berubah menjadi downgrade,” katanya.

Pernyataan Ahmad Ali Jadi Alarm Koalisi di Pilpres 2029

Tak berhenti di situ, Hersubeno Arief juga menekankan dampak jangka panjang dari pernyataan Ahmad Ali. Ia menyebut loyalitas kabinet bisa terganggu bila narasi penantang presiden terus berkembang.

“Gibran berisiko terisolasi lebih cepat,” ujarnya. Menurutnya, posisi wakil presiden membutuhkan kepercayaan penuh.

Ia pun menilai Jokowi berusaha menjaga hubungan personal dengan Prabowo. Ia menekankan politik bertumpu pada trust.