Jateng

Psikolog soal Kasus Siswi SD Gantung Diri di Demak: Anak Bisa Tampak Baik-baik Saja Meski Depresi

×

Psikolog soal Kasus Siswi SD Gantung Diri di Demak: Anak Bisa Tampak Baik-baik Saja Meski Depresi

Sebarkan artikel ini
Bunuh Diri Anak | ilustrasi wanita depresi
Ilustrasi orang depresi. (Foto: Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus dugaan bunuh diri anak yang menimpa siswi sekolah dasar berinisial SA (13) di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menjadi perhatian publik setelah percakapan pesan singkat antara korban dan ibunya viral di media sosial.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di rumahnya pada Kamis, 11 Februari 2026 sore sekitar pukul 18.01 WIB. Jenazah pertama kali ibunya temukan sepulang bepergian saat rumah dalam kondisi sepi.

Hasil visum dokter forensik menunjukkan tanda mati lemas dengan jejas di leher, serta perkiraan waktu kematian dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan. Beberapa hari sebelumnya, korban juga sempat mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan ibunya yang berisi kata-kata makian hingga viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan adanya percakapan tersebut. Ia menjelaskan pesan itu terjadi karena ibu korban khawatir lantaran anaknya tidak membalas telepon maupun pesan.

“Chat itu terjadi karena korban tidak balas pesan dan telepon, jadi ibunya khawatir,” kata Anggah.

BACA JUGA: Bocah 12 Tahun di Demak Gantung Diri, Sempat Bagikan Chat dengan Orangtuanya

Meski demikian, dari hasil penyelidikan sementara, polisi menilai hubungan korban dan keluarga terlihat baik-baik saja. Tetangga tidak pernah mendengar keributan di rumah, kondisi ekonomi keluarga juga dinilai cukup, serta korban dikenal aktif dan berprestasi di sekolah tanpa indikasi perundungan.

Menanggapi kasus tersebut, Psikolog Klinis Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Amino Gondohutomo Semarang, Laurencia Rizki Marhendrawati, menilai kondisi yang terlihat normal dari luar belum tentu mencerminkan kondisi psikologis sebenarnya.

“Ketika seseorang mengalami depresi, ya anak juga, mereka akan tampak biasa-biasa saja. Orang di luar mungkin melihatnya tidak kenapa-kenapa, padahal di dalamnya memendam sesuatu yang sangat besar,” jelas Kiki, sapaan akrabnya, kepada beritajateng.tv melalui panggilan WhatsApp pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menegaskan, dalam kasus bunuh diri anak hampir selalu ada faktor pemicu yang mendahului, meskipun belum terungkap secara jelas.