SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026/2027. Salah satu upaya yang ԁilakukan PSIS adalah menjalani laga uji coba menghadapi tim Super League, Bhayangkara Presisi FC.
Dalam pertandingan yang ԁigelar di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Sabtu, 8 Agustus 2026, PSIS harus puas bermain imbang 1-1.
PSIS sempat membuka keunggulan melalui gol Deri Corfe. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan setelah Bhayangkara FC mencetak gol balasan melalui Moussa Sidibe.
Pelatih PSIS Semarang, Widodo C. Putro, mengatakan laga uji coba menghadapi tim kasta tertinggi tersebut tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan teknis tim. Pertandingan itu juga menjadi sarana untuk membangun mentalitas para pemain.
“Sejak awal saya ingin menguji mentalitas pemain. Kami di kasta kedua, sedangkan mereka di kasta pertama. Tapi saya sampaikan kepada pemain, di sepak bola tidak ada kasta satu atau kasta dua ketika sudah berada di lapangan. Semua sama,” ujar Widodo dalam keterangannya.
BACA JUGA: Kendal Tornado FC Rekrut Fredyan Wahyu, Mantan Bek Sayap PSIS Semarang Perkuat Laskar Badai Pantura
Menurut pelatih berusia 55 tahun itu, mentalitas menjadi salah satu aspek penting yang harus ԁimiliki pemain PSIS. Terlebih, tim akan menghadapi kompetisi yang panjang pada musim 2026/2027.
Karena itu, Widodo terus mendorong anak asuhnya agar memiliki keberanian dan kepercayaan ԁiri ketika berhadapan dengan tim yang secara level kompetisi berada di atas mereka.
Selain menguji mental, laga kontra Bhayangkara Presisi FC juga ԁimanfaatkan tim pelatih untuk melihat perkembangan fisik serta kerja sama antarpemain.
Widodo menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu ԁiperbaiki sebelum kompetisi resmi bergulir. Namun, ia melihat perkembangan positif dari para pemain PSIS.
“Fisik memang belum 100 persen, tetapi sudah mulai ada perkembangan yang luar biasa. Chemistry juga mulai terlihat, termasuk bagaimana mereka bertahan dan berkomunikasi di lapangan,” terangnya.
BACA JUGA: PSIS Semarang Resmi Rekrut Fabiano Beltrame, Bek Naturalisasi 43 Tahun Siap Antar Mahesa Jenar Promosi
Pertandingan melawan Bhayangkara Presisi FC sendiri berlangsung dengan tensi cukup tinggi. Sejumlah insiden sempat terjadi di lapangan selama pertandingan.
Meski demikian, Widodo tidak terlalu mempermasalahkan situasi tersebut. Baginya, tensi tinggi dalam pertandingan uji coba justru dapat menjadi bagian dari proses untuk menguji kesiapan mental para pemain.
“Ya tensinya cukup tinggi tadi. Tapi saya tidak risau karena memang kami ingin melihat mentalitas pemain. Yang terpenting ke depannya pemain tidak mudah terpancing dan tetap bisa mengontrol emosi,” tegasnya.
Hasil imbang tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi PSIS sebelum mengarungi Championship 2026/2027. Tim pelatih masih memiliki waktu untuk membenahi berbagai kekurangan, sekaligus meningkatkan kesiapan fisik, chemistry, dan mentalitas pemain. (*)





