SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang kembali menambah amunisi untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Kali ini, Laskar Mahesa Jenar resmi merekrut bek tengah berpengalaman, Andy Setyo Nugroho, guna memperkuat sektor pertahanan.
Kehadiran pemain berusia 28 tahun tersebut ԁisambut positif oleh Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika. Manajemen menilai pengalaman Andy Setyo di level klub maupun tim nasional akan menjadi modal penting dalam upaya mewujudkan target promosi ke Super League.
“Manajemen PSIS resmi memperkenalkan Andy Setyo. Mengingat kiprahnya bersama tim-tim di Indonesia dan di timnas, kami harap Andy Setyo bisa membantu target tim musim depan yakni promosi ke Super League,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.
BACA JUGA: PSIS Semarang Cari Talenta Muda Lokal Baru, Talent Scouting pada 29-30 Juni 2026
Andy Setyo bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Sepanjang kariernya, bek kelahiran Pati tersebut telah memperkuat sejumlah klub, seperti Bhayangkara FC, Persikabo 1973, dan PSIM Yogyakarta.
Selain berpengalaman di kompetisi domestik, Andy Setyo juga pernah membela Tim nasional sepak bola Indonesia di berbagai kelompok umur. Penampilannya yang konsisten membawanya mendapat kesempatan memperkuat tim nasional senior.
Pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia menjadi salah satu alasan PSIS merekrutnya. Manajemen berharap Andy mampu menghadirkan ketenangan, kepemimpinan, dan stabilitas di lini belakang Mahesa Jenar.
BACA JUGA: Sosok Jack Brown Rekrutan Terbaru PSIS Semarang
Rekrutan anyar ini menjadi bagian dari langkah agresif PSIS dalam menyusun skuad baru untuk Championship 2026/2027. Sebelumnya, klub juga telah mendatangkan sejumlah pemain guna memperkuat berbagai lini.
Dengan bergabungnya Andy Setyo, persaingan di sektor pertahanan ԁipastikan semakin ketat. Kehadirannya ԁiharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memberikan rasa aman bagi lini belakang PSIS sepanjang musim.
Manajemen optimistis kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda akan menjadi modal penting dalam perjuangan mengembalikan PSIS ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





