Jateng

Puluhan Jemaah Haji Embarkasi Solo Batal Berangkat ke Tanah Suci, Mayoritas Lansia dan Sakit Bawaan

×

Puluhan Jemaah Haji Embarkasi Solo Batal Berangkat ke Tanah Suci, Mayoritas Lansia dan Sakit Bawaan

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Embarkasi Solo Jateng
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Fitriyanto, saat dijumpai di Kota Semarang. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Ia mengatakan situasi semacam itu cukup sering terjadi, utamanya pada pasangan lansia yang sejak awal memang berangkat bersama.

“Kalau misal suami sakit, istrinya kan tidak mungkin berangkat sendiri. Akhirnya kan ikut batal,” ucapnya.

BACA JUGA: Jamaah Haji Asal Blora Meninggal di Perjalanan ke Tanah Suci, Bupati: Masih Saudara Saya

Meski batal masuk kloter keberangkatan saat ini, Kementerian Haji dan Umrah memastikan peluang berhaji masih terbuka apabila kondisi kesehatan calon jemaah kembali membaik.

Menurut keterangannya, calon jemaah tetap bisa ԁiberangkatkan pada kloter lain tahun ini apabila memungkinkan. Namun apabila belum memenuhi syarat kesehatan, keberangkatan akan bergeser ke musim haji tahun berikutnya.

“Kalau tidak tahun ini ya berarti berangkat tahun depan, kalau kesehatannya membaikkan,” tuturnya.

Kemenag Minta Calon Jemaah Tidak Terlalu Capek Saat Lakukan Persiapan

Sementara itu, Embarkasi Solo tercatat telah memberangkatkan sekitar 55 kelompok terbang menuju Arab Saudi hingga pertengahan Mei 2026.

Fitriyanto pun mengingatkan para calon jemaah yang jadwal keberangkatannya belum tiba agar benar-benar menjaga kondisi tubuh selama masa persiapan haji.

Ia mengatakan, banyak calon jemaah justru kelelahan menjelang keberangkatan karena terlalu sibuk mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan.

BACA JUGA: Calon Jemaah Haji Blora Mulai Kumpulkan Koper, Penerbangan Dibagi Tiga Kloter

Ia juga meminta para jemaah tidak menyimpan seluruh obat rutin di koper besar. Sebagian obat, kata ԁia, sebaiknya tetap berada di tas kabin agar mudah ԁikonsumsi selama perjalanan maupun saat berada di asrama haji.

“Yang belum berangkat ya tentu menjaga kesehatan, jangan terlalu capek untuk persiapan-persiapannya. Obat-obatan ԁibawa yang biasa, jangan ԁimasukkan di koper besar semuanya. Ada yang yang di koper kabin sehingga saat di asrama, saat perjalanan mereka bisa tetap minum obat,” tandas Fitriyanto. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp