SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah siswa mengalami mual dan pusing usai menyantap menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Gejala tersebut muncul tidak lama setelah mereka mengonsumsi susu yang menjadi bagian dari paket makanan.
Para siswa yang mengeluhkan kondisi tersebut langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas 2 Kragan, Rembang, Jawa Tengah, untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah satu siswa, Ajeng Sivana Alza, mengaku merasakan sesak di dada, pusing, hingga muntah setelah mencicipi susu yang ia dapat. Ia menyebut rasa susu tersebut tidak normal.
“Tadi dapat menu MBG susu, kelengkeng, telur, nasi, sayuran, sama tempe tahu. Yang saya makan habis cuma nasi sama kelengkeng. Kalau susunya cuma terasa sedikit terus langsung di buang karena rasanya kecut (asam),” ujarnya.
BACA JUGA: Produksi Ikan Jateng Berlimpah, Mohammad Saleh Usulkan Olahan Ikan Jadi Menu MBG
Ia menambahkan, tak lama setelah itu mengalami gejala seperti sesak dada, sakit perut, muntah, dan pusing. Namun kondisinya kini mulai membaik setelah mendapatkan penanganan.
Kepala Puskesmas 2 Kragan, dr. Arif Rahman Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya menangani total 22 siswa. Dari jumlah tersebut, 17 siswa masih menjalani perawatan lanjutan, sementara lima lainnya sudah di perbolehkan pulang karena kondisi membaik.
“Total ada 22 siswa, yang menjalani perawatan sekitar 17 orang. Keluhannya didominasi muntah dan sakit perut,” jelasnya.
Pihak puskesmas saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi dalam program MBG, khususnya susu yang diduga telah mengalami perubahan kualitas.
Sejumlah siswa merasakan susu dalam kondisi asam saat mereka minum. Untuk memastikan hal tersebut, petugas telah mengambil sampel makanan dan minuman guna uji di laboratorium.
“Hasilnya masih kami dalami, belum bisa terpastikan. Semua komponen menu sedang kami teliti,” tambah dr. Arif.





