UNGARAN, beritajateng.tv – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi berkah bagi Sri Maryati (50), warga RT 03/RW 10, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang nyaris roboh, ia akhirnya mendapat bantuan program bedah rumah dari Polres Semarang.
Maryati menjadi satu dari tiga warga Kabupaten Semarang yang menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Usai mengikuti seremoni penyerahan bantuan secara simbolis di Kantor Kelurahan Candirejo, Senin, 29 Juni 2026, Maryati mengaku telah lama menempati rumah yang kondisinya memprihatinkan.
“Bangunannya sudah hampir roboh dan memang masuk kategori rumah tidak layak huni,” ujarnya.
Selama ini, ia bercita-cita memperbaiki rumahnya agar lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Namun keterbatasan ekonomi membuat keinginan tersebut tak kunjung terwujud.
BACA JUGA: Jalankan Program RSLH, PT Djarum Renovasi 15 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Temanggung
Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan setelah rumahnya masuk dalam program bedah rumah yang Polres Semarang gelar.
“Alhamdulillah, terima kasih. Saat ini proses perbaikan rumah sudah berjalan,” katanya.
Selain Maryati, bantuan serupa juga diberikan kepada Fajar Arifin, warga Dusun Gompyong RT 17/RW 06, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, serta Sutrisno, warga Dusun Sidomukti RT 01/RW 06, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan.
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengatakan program bedah rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polres Semarang, Pemerintah Kabupaten Semarang, dan Baznas Kabupaten Semarang.
Menurutnya, rumah layak huni menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat sekaligus dapat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia mengaku masih menjumpai sejumlah rumah warga di Kabupaten Semarang yang kondisinya kurang layak huni. Karena itu, Polres Semarang berinisiatif menggandeng pemerintah daerah dan Baznas untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, program bedah rumah bagi warga yang menempati rumah tidak layak huni akhirnya bisa terlaksana,” ujar AKBP Ratna terdampingi Bupati Semarang dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Semarang.
Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha mengapresiasi berbagai program sosial yang Polres Semarang lakukan untuk membantu masyarakat.
BACA JUGA: Polres Semarang Ungkap Dugaan Tindak Pidana Persetubuhan Anak di Tuntang, Pelaku Kerabat Korban
Selain bedah rumah, Polres Semarang juga menyalurkan bantuan 15.000 liter air bersih kepada warga Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, yang mulai mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau.
“Kami berterima kasih karena berbagai bantuan dari Polres Semarang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandas Bupati Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





