“Pemulangannya terfasilitasi, termasuk tiket pesawat. Nanti yang tanggal 26 saya sendiri ikut menjemput tiga orang itu. Setelah itu penyerahan ke kabupaten masing-masing sampai ke keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, pemda setempat aktif mendampingi keluarga korban sejak awal. Mereka menyampaikan informasi kepulangan langsung ke keluarga, bahkan dengan mendatangi rumah mereka.
“Selama ini teman-teman kabupaten kota sudah fasilitasi bertemu dengan keluarganya. Jadi ketika dia mau pulang, keluarga sudah pemda informasikan bahkan datangi,” tambah Aziz.
Korban TPPO mayoritas dari Brebes dan sekitarnya
Sebagai informasi, mayoritas korban TPPO berasal dari Kabupaten Brebes, kemudian Tegal, Kota Tegal, dan Semarang. Ada juga korban dari provinsi lain seperti Jawa Barat, Lumajang, dan DKI Jakarta.
“Terbanyak dari Brebes, Tegal, Kota Tegal, dan Semarang. Awalnya ada juga dari provinsi lain,” kata Aziz.
Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi. Menurutnya, peluang kerja formal sebenarnya banyak, baik di dalam negeri maupun luar negeri, melalui perusahaan penempatan resmi (P3MI).
“Kalau pulang nanti, kalau mau bekerja lagi ke luar negeri, di sektor perikanan, rumah tangga, atau manufaktur, kami bisa berikan informasi lewat perusahaan resmi. Banyak sekali jalurnya yang legal,” pungkas Aziz. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





