Jateng

Puluhan Warga Jateng jadi Korban TPPO di Eropa, Sebagian Enggan Pulang Demi Gaji Tinggi

×

Puluhan Warga Jateng jadi Korban TPPO di Eropa, Sebagian Enggan Pulang Demi Gaji Tinggi

Sebarkan artikel ini
TPPO Jateng | BSU
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, saat beritajateng.tv jumpai di Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Kamis, 26 Juni 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjerat warga Jateng. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah mencatat sebanyak 55 orang menjadi korban penipuan penempatan kerja ilegal ke Eropa.

Dari jumlah itu, 14 orang sudah berhasil dinas terkait pulangkan, sementara puluhan lainnya masih bertahan di Eropa.

Kepala Disnakertrans Jateng, Ahmad Aziz, menyebut penempatan para korban dilakukan secara perseorangan dan tidak resmi. Modusnya, korban dijanjikan bekerja di sektor perikanan di Spanyol, kemudian nantinya dialihkan ke Yunani, Polandia, atau Portugal.

“Ada 55 korban TPPO, enam belum berangkat, tujuan awalnya ke Spanyol tapi setelah di Spanyol bisa ke Yunani, Polandia, Portugal. Ada enam orang belum berangkat tetapi dia sudah ketipu,” ujar Aziz saat beritajateng.tv jumpai di kantornya belum lama ini.

BACA JUGA: 55 Warga Jateng Jadi Korban TPPO, Dapat Janji Kerja di Spanyol Malah di Restoran

Dari mereka yang telanjur berangkat, Aziz menyebut lima orang pulang secara mandiri, sementara 44 lainnya masih berada di Eropa

Disnakertrans Jateng terus berkoordinasi dengan Polda, kuasa hukum, pemerintah daerah (pemda) tempat asal korban, Kementerian Luar Negeri, hingga KBRI di empat negara tujuan.

“Dari 44 itu ada 18 yang kepengin pulang. Berdasarkan hasil koordinasi, sembilan orang sudah dipulangkan. Jadi kalau total dengan lima orang sebelumnya, sudah 14 orang yang pulang,” lanjut Aziz.

Ia menambahkan, pada Sabtu, 23 Agustus ada satu korban TPPO yang dipulangkan, disusul tiga orang pada Selasa, 26 Agustus 2025 besok.

Sebagian warga Jateng yang jadi korban TPPO enggan pulang, tetap bertahan di Eropa

Meski sudah jelas menjadi korban TPPO, tidak semua pekerja mau kembali. Dari 44 korban yang masih di luar negeri, mayoritas mengaku ingin tetap bekerja demi penghasilan.

“Alasannya masih pengin bekerja, pengin mendapatkan duit yang jelas,” kata Aziz.

Namun, ia mengingatkan pemerintah tetap memikul tanggung jawab melindungi warganya, meski status keberangkatan mereka ilegal.