“Kolaborasi dengan Undip juga menjadi bagian dari upaya kami memberikan bekal kepada siswa. Mulai dari edukasi kebiasaan hidup sehat, pengelolaan sampah, bahaya cyberbullying, penggunaan gawai secara bijak, hingga pentingnya menabung,” ujarnya.
MPLS, Penebaran 300 Benih Lele
Sebagai puncak kegiatan MPLS, sekolah menggelar penebaran 300 benih lele ke dalam kolam ember atau Budikdamber. Penebaran secara simbolis oleh kepala sekolah bersama guru, perwakilan orang tua, dan siswa kelas 1.
“Puncak kegiatan berupa penebaran benih lele melalui program Budikdamber kami harapkan menjadi laboratorium belajar yang nyata bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga bisa mengamati dan merawat secara langsung sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual,” kata Nur Rakhmat.
Program Budikdamber tersebut harapannya menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa. Sekaligus laboratorium alami untuk mengenalkan budidaya ikan dan ketahanan pangan sejak usia dini.
Ketua Tim MPLS SDN Tugurejo 01 Semarang, Zumeroh, mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan MPLS tahun ini.
“Kami berupaya menghadirkan MPLS yang ramah, menyenangkan, dan penuh pengalaman baru bagi peserta didik. Harapannya, anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru dan teman-temannya, serta memiliki semangat belajar sejak hari pertama,” kata Zumeroh.
BACA JUGA: Meski Hanya Dapat Satu Siswa Baru, SDN 2 Tegalgunung Blora Tetap Gelar MPLS
Ia berharap rangkaian kegiatan selama lima hari dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa baru. Sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Sebelumnya, SDN Tugurejo 01 membuka MPLS dengan tema Piala Dunia 2026, menghadirkan suasana layaknya pertandingan sepak bola melalui kirab siswa, guru berkostum tim sepak bola, hingga pertandingan mini sebagai simbol semangat, sportivitas, dan pengembangan potensi peserta didik. (*)
Editor: Farah Nazila





