Pendidikan

UIN Salatiga Terjunkan 563 Mahasiswa PPM, Dorong Moderasi Beragama 

×

UIN Salatiga Terjunkan 563 Mahasiswa PPM, Dorong Moderasi Beragama 

Sebarkan artikel ini
uin salatiga
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menerjunkan 563 mahasiswa dalam kegiatan Praktikum Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menerjunkan 563 mahasiswa dalam kegiatan Praktikum Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kabupaten Semarang.

Selain mengusung program moderasi beragama, para mahasiswa juga akan fokus pada pembangunan keluarga sehat dan pengembangan digital marketing berbasis potensi desa.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Salatiga, Hamam, PhD, mengatakan mahasiswa akan menjalankan pengabdian di Kecamatan Pabelan dan Kecamatan Suruh hingga akhir Agustus 2026.

“Mereka akan menjalankan pengabdian masyarakat sampai akhir Agustus mendatang,” ujarnya saat apel PPM Mahasiswa UIN Salatiga di Ungaran, Jumat, 17 Juli 2026.

BACA JUGA: UIN Walisongo Semarang DO Mahasiswa Tersangka Penggelapan 40 Motor, Kampus Sebut Pelanggaran Etika Berat

Hamam menjelaskan, peserta PPM berasal dari enam fakultas. Yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Syariah. Kemudian juga Fakultas Tarbiyah, serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa akan mengembangkan sejumlah program yang menyasar masyarakat. Mulai dari penguatan moderasi beragama, pembinaan generasi muda, pembangunan keluarga sehat, hingga pemberdayaan ekonomi melalui digital marketing berbasis potensi desa.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, mengatakan Kabupaten Semarang terpilih sebagai lokasi PPM karena ternilai menjadi tempat yang tepat untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan. Yakni dengan nilai-nilai keislaman melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

“Harapannya kesempatan ini dapat dimanfaatkan para mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu dan keterampilannya di tengah masyarakat secara langsung,” katanya.

Ia menilai transfer pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekaligus mendorong kemajuan bangsa.

Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, berharap para mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat dan menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat selama mengikuti PPM.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi wadah penerapan ilmu yang terperoleh di bangku kuliah, tetapi juga kesempatan untuk memperluas pengalaman serta memahami dinamika kehidupan masyarakat.