SEMARANG, beritajateng.tv – Nonton film bisa menjadi salah satu cara menghabiskan waktu menjelang buka puasa. Karena itu, dalam rangka menutup pekan budaya Semaine De La Francophonie, Alliance Francaise (AF) Semarang mengadakan nonton bareng film berbahasa Prancis Soiree Cinema #9 pada Jumat, 21 Maret 2025 sore.
Direktur AF Semarang, Kiki Martaty Widjaja, mengatakan, ada tiga film berbahasa Perancis yang diputar dalam acara nobar ini. Yakni Mountsouris Park, The Mysterious Adventures of Claude Conseil, dan How I Got My Wrinkle.
“Tiga film itu tidak ada genre atau tema khususnya, sih. Memang sebetulnya kegiatan nonton film ada setiap bulan, tetapi ini berbeda karena ini dari dalam rangka Semaine De La Francophonie,” katanya kepada beritajateng.tv.
Kiki menjelaskan, AF Semarang menggelar beragam kegiatan dalam menyemarakkan pekan budaya Semaine De La Francophonie tahun ini. Mulai dari lomba menggambar di media tas, baca puisi, lomba grammaire, lomba video touristique, hingga lomba resume film pendek.
Berbagai lomba tersebut telah berlangsung selama sepekan terakhir dan puncaknya akan berlangsung besok, Sabtu, 22 Maret 2025.
“Kami bekerja sama dengan AF Medan, AF Makassar, dan AF Bali sehingga beberapa lomba pesertanya se-Indonesia. Dan tahun ini lumayan banyak pesertanya misal lomba video touristique aja yang ikut hampir sekitar 40 lebih,” paparnya.
Tingkatkan literasi dan minat berbahasa Prancis
Lebih lanjut, Kiki menuturkan bahwa Semaine De La Francophonie menjadi momentum penting dalam meningkatkan literasi bahasa Prancis di Indonesia.
“Kalau melihat perkembangan literasi bahasa Prancis di Indonesia, sebenarnya sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Saat ini, semakin banyak orang yang memahami manfaat menguasai lebih dari satu bahasa,” ujarnya.
Menurutnya, menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Prancis, memberikan nilai tambah yang besar di dunia kerja dan akademik.
“Kemampuan berbahasa lebih dari satu akan menjadi keunggulan tersendiri di dunia profesional. Ketika seseorang memiliki keterampilan yang sama dengan kandidat lain, faktor bahasa bisa menjadi pembeda yang membuat mereka lebih dipilih jelasnya.
Apalagi, bahasa Prancis digunakan di lima benua dan menjadi bahasa resmi di berbagai organisasi internasional.
BACA JUGA: Intip Keseruan Ngabuburit AF Semarang Bareng Murti Bunanta, Bahas Sastra Anak dan Literasi
Di Semarang sendiri, jumlah sekolah menengah yang mengajarkan bahasa Prancis memang belum terlalu banyak. Namun, di tingkat Jawa Tengah, jumlah sekolah dengan kurikulum bahasa Prancis justru tertinggi di Indonesia.
“Saat ini, ada sekitar 75 SMA dan SMK di Jawa Tengah yang mengajarkan bahasa Prancis. Sebelumnya, jumlahnya sempat mencapai lebih dari 100 sekolah, tetapi berkurang akibat pandemi Covid-19 dan faktor lainnya,” jelas Kiki.
Untuk itu, AF Semarang secara rutin mengadakan berbagai acara budaya dan edukasi guna meningkatkan minat masyarakat dalam mempelajari bahasa Prancis, khususnya generasi muda,
“Harapan kami, melalui perayaan seperti Semaine De La Francophonie ini, semakin banyak orang yang mengenal dan memahami manfaat berbahasa Prancis. Dengan begitu, literasi dan minat terhadap bahasa Prancis bisa terus berkembang,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





