Acara tersebut akan disaksikan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain itu, sepuluh bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 juga akan hadir. Dewan juri, wartawan penerima penghargaan, serta lebih dari 100 peserta dialog dari berbagai daerah turut memeriahkan acara. Peserta berasal dari unsur kepala dinas, seniman, budayawan, dan insan pers.
Apik dan Berkarakter
Kedua patung karya Wartono menggunakan bahan gembol atau bonggol akar kayu jati khas Blora. Dari sudut pandang seni rupa, patung tersebut tergolong apik karena mampu menampilkan karakter wajah tokoh secara kuat dan presisi.
Pengamat seni rupa Indonesia, Agus Dermawan T, yang juga menjadi Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, mengaku terpesona meski baru melihat dokumentasi foto. Ia menilai pahatan wajah kedua tokoh tampil hidup dan berkarakter.
BACA JUGA: Hadiri Pelantikan Pengurus PWI Jawa Tengah, Wali kota Agustina Sebut Media Mitra Strategis Pemerintah
Agus menambahkan, karya tersebut menarik karena menghadirkan wajah mendekati referensi sejarah. Karakter ketokohan tampil jelas sehingga sikap kuat serta intelektualitas tokoh tergambarkan dengan baik. Keberadaan potongan bonggol kayu tua juga memberi simbol sejarah panjang suatu zaman.
Menurut Agus, patung tersebut layak mendapat perhatian luas. Ia bahkan mengusulkan PWI Pusat membangun ruang khusus untuk menyimpan tanda budaya dari seluruh kepala daerah penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Gagasan tersebut mengarah pada pembentukan semacam museum kebudayaan PWI. (*)
Editor: Farah Nazila





