BACA JUGA: Jaring Bakat Muda Bulutangkis, PB Djarum Gelar Audisi Umum 2025, Peserta Capai 1.729
Catur menyudahi perlawanan tangguh Rafi selama 57 menit dan memastikan status juara lewat drama tiga gim 19-21, 21-17, 21-16.
“Luar biasa senang rasanya bisa juara di turnamen level nasional seperti Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 ini. Sebelumnya saya sering mengalami kegagalan di turnamen-turnamen lain dan baru kali ini saya bisa juara di tingkat nasional,” tutur Catur.
“Saya bersyukur karena pencapaian ini berkat doa dan dukungan keluarga yang selalu diberikan untuk saya. Di final saya sempat tegang karena lawannya sering menjadi juara, tapi saya berusaha untuk sabar, main tenang, dan nggak buang-buang bola,” imbuhnya.
Bagi atlet berusia 14 tahun ini, kesuksesan menjadi juara di Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 adalah hasil dari latihan konsisten, evaluasi diri, dan semangat pantang menyerah.
Ia mengaku selalu berusaha memperbaiki kesalahan dari setiap pertandingan. Keberhasilannya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama PB Cahaya Lumajang semakin dikenal di kancah nasional.
Atlet muda yang mengidolakan Jonatan Christie ini juga berharap prestasinya menjadi awal dari perjalanan panjang menuju mimpi yang lebih besar.
“Saya ingin terus berkembang, masuk pelatnas, kemudian suatu hari bisa jadi juara dunia. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk orangtua dan klub Cahaya Lumajang. Mereka selalu support saya, dan semoga kemenangan ini bisa bikin klub kami makin dikenal di Indonesia,” ucapnya.
Dengan peserta sebanyak 1.238 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, Polytron Muria Cup Sirnas C 2025 memperebutkan 23 gelar juara.
Pada kejuaraan swasta nasional ini, pebulutangkis selain bersaing memperebutkan total hadiah Rp636 juta, juga mendulang poin ranking nasional sebagai modal untuk bersaing di level kejuaraan yang lebih tinggi.





